Rekam Adegan Ciuman, Stasiun KA Digugat

Kompas.com - 22/01/2008, 11:57 WIB

BEIJING, SELASA - Berciuman di tempat sembarangan dan salah memanfaatkan CCTV bisa mengakibatkan masalah besar. Ini terjadi di Shanghai, Cina. Sepasang remaja telah menggugat stasion kereta api (KA) di kota itu, karena merekam adegan ciuman mereka saat menumpang kereta.

Tak hanya merekam, adegan mesra sepasang kekasih 20 tahunan itu dikirim ke situs video Youtube dan website lain. Akibatnya, banyak orang menyaksikan dan mengenal sepasang remaja tersebut.

Adegan itu direkam pada September 2007. Mereka berangkulan dan saling cium dengan mesra di sebuah pojok kereta. Tanpa sadar, aksi birahi mereka tertangkap CCTV (Closed-Circuit Television). Rekaman itu mulai beredar di Youtube dan website lain sejak minggu lalu, demikian diberitakan China Daily, Selasa (22/1).

"Suara orang yang menertawakan adegan itu bisa terdengar sebagai latar belakang video tersebut. Ini benar-benar mempermalukan sepasang kekasih tersebut," tambah surat kabar itu.

Pemirsa rekaman percumbuan itu begitu cepat berkembang. Dalam dua hari terakhir sudah terhitung ada 15.000 pengunjung yang mengklik video tersebut.

Sepasang kekasih itu sudah menyewa seorang pengacara untuk menuntut Shanghai Metro Operation Co Ltd atas nama semua penumpang kereta di Shanghai.

"Sekarang, setiap saya ke stasiun kereta, semua orang melihat dan mengenal saya. Saya jadi merasa tak enak," kata pria dari pasangan tersebut kepada surat kabar lokal di Shanghai.

Pejabat Shanghai Metro Operation Co Ltd mengatakan, pihaknya akan segera melakukan penyelidikan siapa yang menyalahgunakan CCTV tersebut. Jika sudah tertangkap, perusahaan berjanji akan memberikan sanksi yang berat.

Saat ini, pemerintah Shanghai memang sedang menggalakkan penggunaan CCTV di berbagai tempat umum. Itu digunakan untuk memantau kriminal yang semakin marak di kota tersebut.

Namun, program penggunaan CCTV itu mulai diprotes banyak orang. Sebab, selain mengganggu privasi, juga sering disalahgunakan. Termasuk rekaman sepasang remaja yang berciuman itu. (RTR)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau