BEIJING, SELASA - Berciuman di tempat sembarangan dan salah memanfaatkan CCTV bisa mengakibatkan masalah besar. Ini terjadi di Shanghai, Cina. Sepasang remaja telah menggugat stasion kereta api (KA) di kota itu, karena merekam adegan ciuman mereka saat menumpang kereta.
Tak hanya merekam, adegan mesra sepasang kekasih 20 tahunan itu dikirim ke situs video Youtube dan website lain. Akibatnya, banyak orang menyaksikan dan mengenal sepasang remaja tersebut.
Adegan itu direkam pada September 2007. Mereka berangkulan dan saling cium dengan mesra di sebuah pojok kereta. Tanpa sadar, aksi birahi mereka tertangkap CCTV (Closed-Circuit Television). Rekaman itu mulai beredar di Youtube dan website lain sejak minggu lalu, demikian diberitakan China Daily, Selasa (22/1).
"Suara orang yang menertawakan adegan itu bisa terdengar sebagai latar belakang video tersebut. Ini benar-benar mempermalukan sepasang kekasih tersebut," tambah surat kabar itu.
Pemirsa rekaman percumbuan itu begitu cepat berkembang. Dalam dua hari terakhir sudah terhitung ada 15.000 pengunjung yang mengklik video tersebut.
Sepasang kekasih itu sudah menyewa seorang pengacara untuk menuntut Shanghai Metro Operation Co Ltd atas nama semua penumpang kereta di Shanghai.
"Sekarang, setiap saya ke stasiun kereta, semua orang melihat dan mengenal saya. Saya jadi merasa tak enak," kata pria dari pasangan tersebut kepada surat kabar lokal di Shanghai.
Pejabat Shanghai Metro Operation Co Ltd mengatakan, pihaknya akan segera melakukan penyelidikan siapa yang menyalahgunakan CCTV tersebut. Jika sudah tertangkap, perusahaan berjanji akan memberikan sanksi yang berat.
Saat ini, pemerintah Shanghai memang sedang menggalakkan penggunaan CCTV di berbagai tempat umum. Itu digunakan untuk memantau kriminal yang semakin marak di kota tersebut.
Namun, program penggunaan CCTV itu mulai diprotes banyak orang. Sebab, selain mengganggu privasi, juga sering disalahgunakan. Termasuk rekaman sepasang remaja yang berciuman itu. (RTR)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang