KSAD: Prajurit TNI AD Tak Boleh Terlibat Politik Praktis

Kompas.com - 22/01/2008, 12:28 WIB

Laporan Wartawan Kompas R Adhi Kusumaputra

JAKARTA, SELASA-  Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI Agustadi Sasongko Purnomo mengingatkan kepada segenap jajaran TNI AD untuk tidak terlibat politik praktis. Hal ini diingatkan terkait hangatnya suhu politik menjelang Pemilihan Presiden tahun 2009.

"Tingkatkan profesionalitas keprajuritan, tingkatkan kesiapsiagaan. Selalu tegakkan netralitas TNI secara konsisten dan tolak secara tegas ajakan untuk terlibat politik praktis," kata KSAD Agustadi Sasongko dalam sambutannya saat serah terima jabatan Pangdam Jaya di markas Kodam Jaya, Cililitan, Jakarta Timur, Senin (22/1) pagi.

 KSAD juga meminta jajarannya untuk tidak ragu menindak tegas oknum prajurit yang terlibat kejahatan, apalagi mencemarkan nama baik TNI AD.

Ditanya soal pejabat sementara Gubernur Sulawesi Selatan yang berasal dari TNI AD, Agustadi mengatakan Tanribali sudah menjadi PNS dan bukan lagi anggota aktif TNI AD. Sedangkan soal rencana Mayjen TNI Cornel Simbolon yang akan maju dalam Pilkada Sumatera Utara, Agustadi menjawab belum ada keterangan lebih jauh.   

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau