JAKARTA,SELASA - Pihak bankir menyatakan, perbankan pada tahun ini tetap optimistis akan bisa meraih profitabilitas yang lebih baik dengan melakukan berbagai pengalihan usaha ke non harga dan meningkatkan fee based income. "Kami optimis profitabilitas bank tetap besar tidak akan tergerus, meski persaingan pasar makin ketat dan ada kekhawatiran atas turbulensi (gejolak) domestik," kata Direktur Retail Banking PT Bank Mega Tbk, Kostaman Thayib di Jakarta, Selasa.
Bank Indonesia (BI) sebelumnya menyatakan, faktor profitabilitas bank akan berkurang, karena ketatnya persaingan industri itu, dan gejolak kenaikan harga minyak dunia serta kasus krisis gagal bayar kredit sektor perumahan (subprime mortgage) di AS yang dikhawatirkan menimbulkan resesi.
Menurut dia, perbankan untuk bisa meraih profitabilitas yang lebih baik harus meningkatkan pelayanannya (service) kepada masyarakat untuk menarik minatnya menempatkan dananya di bank, dan melakukan differential produk. "Selain itu juga meningkatkan pendapatannya melalui fee based income," ujarnya.
Ia mengatakan, tahun ini memang merupakan tahun tantangan yang cukup berat, kekhawatiran atas gejolak ekonomi global akibat krisisi keuangan yang terjadi di Amerika Serikat dan Eropa memang beralasan. "Namun krisis keuangan itu dampaknya masih belum besar, sehingga pertumbuhan ekonomi nasional masih tetap bagus. Kekhawatiran utama adalah gejolak kenaikan harga minyak yang masih terjadi mengakibatkan anggaran belanja negara tetap defisit," ucapnya.
Apalagi, lanjut dia, Perbankan diminta menjadi lokomotif pembangunan, tidak mengikuti perkembangan pasar yang ada sehingga pertumbuhan ekonomi nasional berjalan lebih baik lagi. "Karena itu, perbankan akan melakukan berbagai inovasi baru yang bisa menyerap pertumbuhan pasar lebih baik di lingkungannya maupun di luar lingkungan," ucapnya. (ANT/EDJ)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang