Tim Labfor Selidiki Ledakan Generator di Sukowati

Kompas.com - 22/01/2008, 20:18 WIB

BOJONEGORO, SELASA – Tim Laboratorium Forensik Kepolisian Daerah Jawa Timur Selasa (22/1) menyelidiki penyebab ledakan generator di pad b sumur minyak Sukowati 7 di Desa Ngampel Kecamatan Kapas Kabupaten Bojonegoro. Namun hingga kini penyebab ledakan belum bisa disimpulkan sehingga operasi pemboran masih dihentikan sementara. Tim Labfor meninggalkan pad B sumur minyak Sukowati sekitar  pukul 14.30. Ketua Tim Laboratorium Forensik Kepolisian Daerah Jawa Timur Komisaris Haryono mengatakan pihaknya masih perlu melakukan penyelidikan. “Kami belum bisa menyimpulkan,” kata Haryono.

Sementara Field Manager Joint Operating Body (JOB) Pertamina-PetroChina East Java (PPEJ), Victory Surya Kirana, menyatakan kejadian ledakan generator hanya peristiwa kecil. Bahkan dua karyawan yang terluka akibat ledakan sudah bisa pulang. Ledakan itu juga tidak berdampak langsung pada masyarakat sekitar tetapi menyebabkan tiga pekerja yang ada di sekitar generator. “Oleh karena hanya kecelakaan kecil, dan tidak ada korban warga tidak ada pemberian ganti rugi. Kami punya standar pemberitan ganti rugi,” kata Victory.

Field Administrator Superintendent JOB PPEJ, Achmad Rizani menambahkan JOB PPEJ hingga saat ini belum berpikir soal gantiu rugi bagi warga terkait ledakan generator tersebut. Adapun pada saat terjadi kebocoran gas Hidrogen Sulfida (H2S) dari sumur minyak Sukowati Pad A di Desa Campurejo, Kecamatan Bojonegoro pada Sabtu 29 Juli 2006 warga hanya mendapat ganti rugi Rp 150.000 per jiwa. Insiden saat itu menyebabkan 17 warga dirawat di rumah sakit akibat keracunan dan ratusan warga sempat mengungsi karena panik.

Kepala Divisi Humas Badan Pengelola Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Amir Hamzah berharap masalah ledakan generator bisa segera diatasi. Menurut dia itu tidak berpengaruh langsung pada pemboran karena yang meledak generator pembangkit listrik. “Agar bisa segera beroperasi generator itu bisa diganti dengan yang baru atau diperbaiki. Kami berharap pemboran bisa segera dilanjutkan,” kata Amir.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau