BOJONEGORO, SELASA – Tim Laboratorium Forensik Kepolisian Daerah Jawa Timur Selasa (22/1) menyelidiki penyebab ledakan generator di pad b sumur minyak Sukowati 7 di Desa Ngampel Kecamatan Kapas Kabupaten Bojonegoro. Namun hingga kini penyebab ledakan belum bisa disimpulkan sehingga operasi pemboran masih dihentikan sementara. Tim Labfor meninggalkan pad B sumur minyak Sukowati sekitar pukul 14.30. Ketua Tim Laboratorium Forensik Kepolisian Daerah Jawa Timur Komisaris Haryono mengatakan pihaknya masih perlu melakukan penyelidikan. “Kami belum bisa menyimpulkan,” kata Haryono.
Sementara Field Manager Joint Operating Body (JOB) Pertamina-PetroChina East Java (PPEJ), Victory Surya Kirana, menyatakan kejadian ledakan generator hanya peristiwa kecil. Bahkan dua karyawan yang terluka akibat ledakan sudah bisa pulang. Ledakan itu juga tidak berdampak langsung pada masyarakat sekitar tetapi menyebabkan tiga pekerja yang ada di sekitar generator. “Oleh karena hanya kecelakaan kecil, dan tidak ada korban warga tidak ada pemberian ganti rugi. Kami punya standar pemberitan ganti rugi,” kata Victory.
Field Administrator Superintendent JOB PPEJ, Achmad Rizani menambahkan JOB PPEJ hingga saat ini belum berpikir soal gantiu rugi bagi warga terkait ledakan generator tersebut. Adapun pada saat terjadi kebocoran gas Hidrogen Sulfida (H2S) dari sumur minyak Sukowati Pad A di Desa Campurejo, Kecamatan Bojonegoro pada Sabtu 29 Juli 2006 warga hanya mendapat ganti rugi Rp 150.000 per jiwa. Insiden saat itu menyebabkan 17 warga dirawat di rumah sakit akibat keracunan dan ratusan warga sempat mengungsi karena panik.
Kepala Divisi Humas Badan Pengelola Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Amir Hamzah berharap masalah ledakan generator bisa segera diatasi. Menurut dia itu tidak berpengaruh langsung pada pemboran karena yang meledak generator pembangkit listrik. “Agar bisa segera beroperasi generator itu bisa diganti dengan yang baru atau diperbaiki. Kami berharap pemboran bisa segera dilanjutkan,” kata Amir.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang