JAKARTA, KCM - Dokter yang menangani kesehatan Soeharto rupanya tidak cuma memperhatikan kondisi pasiennya. Para wartawan yang setia mengikuti perkembangan kondisi kesehatan Soeharto di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) pun rupanya tidak luput dari perhatian pekerja medis tersebut.
"Istirahat dulu, istirahat. Nanti sakit." Kata-kata itu terlontar dari mulut Koordinator Medik Tim Dokter Kepresidenan, Djoko Rahardjo, Selasa (22/1) malam usai diwawancara wartawan di pintu masuk Ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSPP.
Peringatan salah satu anggota tim dokter yang merawat Soeharto ini cukup beralasan. Beberapa hari lalu, karena menguras cukup banyak energi dan waktu guna meliput perkembangan kesehatan Soeharto, beberapa wartawan "terkapar" dan membutuhkan perawatan medis lebih lanjut.
Menurut informasi yang diperoleh Kompas.com dari beberapa pekerja media, di antara korban-korban tersebut ada yang dirawat di RSPP tempat mereka melakukan peliputan.
Sejak mantan penguasa orde baru tersebut mulai dirawat di RSPP pada 4 Januari lalu, hampir tidak sedetik pun para wartawan melepaskan perhatian mereka untuk mengetahui perkembangan terakhir seputar kondisi kesehatan Soeharto. Meskipun jumlahnya variatif dari hari ke hari, yang pasti selalu ada para pemburu berita yang berada di rumah sakit tersebut guna melakukan liputan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang