Heath Ledger, Padam Saat Mulai Bersinar...

Kompas.com - 23/01/2008, 10:58 WIB

KEMATIAN aktor asal Australia Heath Ledger pasti menjadi berita yang mengejutkan kalangan perfilman dunia. Di usianya yang baru 28 tahun, Ledger mulai diperhitungkan sebagai salah satu bintang berbakat di Hollywood. Sayangnya, sinar itu meredup sebelum benar-benar bersinar.

Ledger cilik mengawali debutnya di Perth, Australia dalam pentas teater lokal sebagai Peter Pan. Pementasan saat ia berusia 10 tahun itu menjadi debut pertamanya di bidang akting.  Selang enam tahun kemudian, Ledger mendapat kesempatan untuk membintangi film independen di Sydney. Kemudian, setelah melewati sejumlah film serupa yang disiarkan di jaringan televisi Australia, pemuda kelahiran 1979 ini pun mencoba peruntungannya dengan hijrah ke Los Angeles. Saat itu usianya masih 19 tahun.

Benar saja, keberuntungan pun lantas menghinggapinya. Ia mendapat peran dalam sebuah film remaja, yang kemudian mengangkat namanya, "10 Things I Hate About You." Setelah itu tawaran untuk membintangi film serupa pun berdatangan. Namun, Ledger memilih untuk tidak menerimanya. Ia berpandangan, tak akan melakukan sesuatu yang tak disukai. "Itu bukan keputusan yang berat buat saya, meski menjadi berat bagi orang-orang di sekitar saya untuk mengerti itu," kata Ledger dalam sebuah wawancara tahun 2001.

Sejak itu, ia semakin mahir dalam memilih peran yang tidak hanya mengandalkan tampangnya. Buktinya, sutradara sekelas Mel Gibson pun meminangnya. Mereka sukses membintangi film laga the Patriot.  Sukses ini disusul dengan film "Monster's Ball" yang kemudian membuahkan piala Oscar bagi pemeran utamanya, Halle Berry.

Film pertama yang menjadikannya pemeran utama adalah "A Knight's Tale". Film tersebut tergolong  sukses di box office, meski selanjutnya ia kerap terkesan salah memilih film.  Sebutlah "The Order", "Four Feathers" dan "Ned Kelly" yang kurang bergaung. Namun kalau toh itu disebut kesalahan, maka Ledger telah menebusnya dengan sukses film "Brokeback Mountain" karya sutradara Taiwan, Ang Lee.

Sejak film tersebut dirilis, nama Ledger mulai diperhitungkan, dan masuk ke jajaran bintang muda papan atas.  Ini adalah buah dari totalitasnya untuk menerima peran kontroversi sebagai seorang gay yang dipasangkan dengan aktor muda lainnya, Jake Gyllenhaal. Disinilah namnya masuk dalam nominasi Oscar sebagai Aktor Pemeran Utama Terbaik, meski akhirnya ia harus mengaku kalah dari sesama aktor, Philip Seymour Hoffman.

Semenjak itu, ia mendapat banyak tawaran film-film berkualitas. Seperti "I'm Not There" yang menceritakan tentang penyanyi legendaris Bob Dylan. Dalam film ini ia disandingkan bersama aktor-aktor besar seperti Cate Blanchett, Christian Bale, dan Richard Gere. Dalam pengumuman nominasi Oscar tadi malam, Cate Blanchett diganjar nominasi dalam film tersebut sebagai Aktris Pendukung Terbaik.

Proyek besar berikutnya, datang dari sekuel film "Batman Begins" berjudul "The Dark Knight". Pada film ini ia kembali dipertemukan dengan aktor asal Wales, Christian Bale. Ledger berperan sebagai musuh Batman, The Joker. Aktor-aktor lainnya yang terpilih membintangi sekuel film yang ditunggu-tunggu penggemar Batman ini, tidak sembarangan. Sebut saja seperti Morgan Freeman, Michael Caine, dan Gary Oldman. Sayangnya, Heath keburu meninggal dunia sebelum film ini dirilis pada tanggal 18 Juli tahun ini. Sehingga ia tidak sempat melihat reaksi para fans Batman yang sangat antusias dalam film arahan sutradara Christopher Nolan tersebut. (TFT/GLO)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau