GORONTALO, RABU - Hari Patriotik Rakyat Gorontalo yang jatuh pada hari ini disambut warga Kabila dengan aksi pemasangan spanduk penolakan pembangunan kanal.
Aksi yang terkonsentrasi di Kelurahan Oluhuta tersebut dimulai tepat pukul 00.00 WITA dan diikuti oleh belasan warga. "Aksi ini disetujui oleh masyarakat di lima Kelurahan/Desa yang menyatakan penolakan terhadap pembangunan kanal Tamalate-Bone," ujar salah seorang warga.
Spanduk sepanjang empat meter yang dipasang di atas lintasan pembangunan kanal di kelurahan tersebut bertuliskan "Harga Mati, Masyarakat Kabila Menolak Kanal apapun Taruhannya, Tujuan Kanal Seharusnya Mensejahterahkan Rakyat, Bukan Menyengsarakan Rakyat".
23 Januari 1942 merupakan hari bersejarah dalam perjuangan rakyat Gorontalo, yang ditandai dengan dikibarkannya bendera Merah Putih setelah pendudukan pasukan Belanda di Gorontalo berhasil dilumpuhkan oleh pejuang yang dipimpin oleh Nani Wartabone
Taufik (27) pemuda setempat, mengatakan melalui hari patriotik ke- 66 ini masyarakat Kabila ingin menghimbau kepada pemerintah untuk mempunyai jiwa kepahlawanan yang membela hak dan kepentingan rakyat, bukannya hanya mempunyai jiwa diktatoris seperti yang selama ini dirasakan oleh masyarakat mengenai pembangunan Kanal.
"Semoga pemerintah dapat mengambil hikmah dari semangat patriotik ini," tambahnya.
Sementara itu, masyarakat juga menampik isu tentang adanya unsur politis yang kabarnya dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu yang turut mendukung penolakan dibangunnya kanal di wilayah tersebut.
"Bagaimana bisa mengandung unsur politis jika seluruh warga sudah sejak awal spontan menolak? Karena apapun alasan yang dikemukakan pemerintah, jelas kanalisasi ini tetap dianggap tidak logis dan tidak efisien serta hanya akan merugikan masyarakat banyak" jelas salah seorang tokoh masyarakat yang enggan menyebutkan namanya. (ANT)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang