Cagub Kaltim, Golkar Hanya Dukung Pemenang Konvensi

Kompas.com - 23/01/2008, 17:32 WIB

SAMARINDA, RABU – Partai Golongan Karya Kalimantan Timur hanya akan mengusung kandidat pemenang konvensi untuk maju dalam pemilihan kepala daerah. Demikian dikemukakan oleh Tim Pilkada Dewan Pimpinan Daerah Partai Golongan Karya Kalimantan Timur, Rabu (23/1), di Samarinda.
 
“Konvensi akan dilaksanakan 16 Februari 2008,” kata Wakil Ketua Tim Herlan Agussalim yang juga Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kaltim dalam jumpa pers. Kurun Kamis (24/1) hingga Selasa (29/1), partai secara resmi membuka pendaftaran bakal calon gubernur.
 
Para peserta itulah yang nanti akan diseleksi melalui sejumlah tahapan sehingga layak bertarung di konvensi. Sang pemenang konvensi akan diusung secara resmi menjadi calon gubernur dari Golkar. “Partai kami terbuka,” kata Herlan.
 
Adapun untuk calon pendaftar, Golkar mengajukan syarat antara lain berpendidikan minimal sekolah menengah umum, usia minimal 30 tahun, sehat jasmani dan rohani, mengenal dan dikenal masyarakat Kaltim, tidak sedang berutang, dan tidak sedang dijatuhi hukuman pidana atau perdata dengan status kekuatan hukum tetap.
 
Untuk yang terakhir, tim ditanya bagaimana kesempatan Ketua DPD Golkar Kaltim Syaukani Hasan Rais yang terpidana kasus korupsi untuk ikut konvensi. Bahkan, Bupati Kutai Kartanegara (non aktif) itu diputuskan dalam Rapat Pimpinan Daerah Golkar Kaltim setahun lalu sebagai calon tunggal untuk maju dalam pilkada.
 
Ia menjawab,  kepastian bisa atau tidaknya Syaukani ikut akan ditentukan sebelum konvensi dimulai. Mekanisme pengambilan suara bisa saja terjadi dengan komposisi suara dewan pimpinan pusat 40 persen, provinsi 20 persen, organisasi sayap kepemudaan tingkat provinsi 10 persen, dan dewan pimpinan kabupaten dan kota 30 persen.
 
Herlan menepis anggapan bahwa kalau keputusan rapimda semakin dikukuhkan sebelum konvensi akan menutup peluang peserta lainnya. “Semua berpeluang ketika konvensi,” kata Herlan menegaskan.
 
Ditanya apakah Golkar akan berkoalisi dengan partai lain, Herlan mengatakan bahwa bisa terjadi. Koalisi sangat mungkin dilakukan karena partai ingin memenangi pilkada. Namun, koalisi tidak akan memengaruhi hasil konvensi.
 
Adapun pasangan calon gubernur dan wakil akan disahkan oleh dewan pimpinan pusat pada Kamis (21/2). Pendeklarasian pasangan calon akan dilaksanakan Sabtu (24/2). (BRO)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau