SEMARANG, RABU – Kerusakan jalan di kawasan pantura Jawa Tengah, terutama mulai Karangnyar, Kabupaten Demak sampai Kudus sepanjang lebih dari 25 kilometer semakin parah. Kondisi jalan tersebut tidak hanya mulai banyak berlubang-lubang melainkan juga jalan tidak rata dan bergelombang. Lubang jalan rata-rata sedalam 2-6 sentimeter itu, baik sisi arah Kudus menuju Demak maupun Demak menuju Semarang dan sebaliknya menyebabkan antrian kendaraan setiap hari.
Sejumlah pegawai Pemkab Demak maupun Pemkab Kudus yang ditemui di Semarang, Rabu (23/1) menuturkan, kerusakan jalan di sisi kanan dan kiri jalan itu menyebabkan antrian panjang kendaraan tiap pukul 09.00 sampai 11.00 serta pukul 15.00 hingga 18.00. Pada jam-jam itu volume kendaraan bertambah karena saat itu orang berangkat kerja maupun pulang kerja.
“Tadi pagi kami sempat terjebak antrian dan sempat macet dalam antrian panjang di ruas Gajah-Demak. Jarak Demak-Semarang yang berjarak kurang lebih 60 kilometer, semestinya bisa ditempuh satu jam kini rata-rata kini bisa lebih dari 1,5 jam,” kata Dahuri, karyawan pemkab Demak yang tugas ke Semarang.
Menurut Taryono, pegawai dari Kudus, kerusakan jalan itu sudah berlangsung sejak Desember 2007 namun sampai menjelang akhir Januari 2008 ini masih belum ada perbaikan total.
Upaya perbaikan masih dilakukan hanya pelapisan, yang kembali cepat rusak ketika diterjang hujan deras. Ruas Kudus-Demak rusak pada beberapa kilometer menjelang kota Kudus. ”Kami berharap perhatian pemerintah segera memperbaiki kerusakan jalan. Sudah banyak pengendara motor jadi korban, terjatuh ketika melindas lubang atau terpeleset saat hujan deras di jalan rusak. Jalan negara itu mirip dakon, permainan kayu berlubang-lubang untuk mainan anak-anak perempuan,” tutur Taryono. (WHO)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang