TNI Hadapi Berbagai Isu Aktual Jelang 2009

Kompas.com - 23/01/2008, 21:17 WIB

JAKARTA, RABU-Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso mengingatkan pihak TNI masih akan terus menghadapi berbagai masalah dan isu aktual, yang harus diantisipasi pada tahun 2009. Hal itu disampaikan Djoko, Rabu (23/1), saat membuka rapat pimpinan TNI tahun 2008 di Mabes TNI, Cilangkap, seperti disampaikan dalam siaran persnya.
 
Beberapa isu aktual itu seperti reformasi dan netralitas TNI, kebijakan politik negara, peradilan militer, pelanggaran prajurit TNI dan bentrokan anggota TNI-Polri, isu separatisme, perjanjian kerjasama militer (DCA), pemerintahan yang baik dan bersih,  serta isu penghematan energi.
 
Selain itu TNI menurut Djoko juga masih harus menghadapi banyak kendala dan keterbatasan, seperti selalu dialami hingga saat ini. Namun begitu Djoko mengingatkan, seluruh keterbatasan tadi tidak berarti mengurangi keberhasilan yang mampu dicapai TNI selama ini.
 
“Selain keberhasilan yang telah kita capai memang masih ada juga berbagai kekurangan, yang harus menjadi perhatian agar TNI senantiasa mampu menjalankan tugas utama mempertahankan kedaulatan negara, keutuhan wilayah NKRI, dan melindungi keselamatan bangsa Indonesia dengan lebih baik di masa mendatang,” ujar Djoko dalam amanatnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau