Pertamina Selidiki Aksi Borong Gas Elpiji Rumah Tangga

Kompas.com - 24/01/2008, 16:58 WIB

BANJARMASIN, KAMIS - Unit Pemasaran VI Cabang Pertamina Balikpapan, Kalimantan Timur kini menyelidiki kelangkaan gas elpiji untuk rumah tangga di beberapa daerah di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah. Hal ini dilakukan karena diduga salah satu penyebabnya akibat aksi borong oleh kalangan industri terhadap gas elpiji berukuran 12 kilogram tersebut.

Tjik Wan, Kepala Bidang Humas Pertamina Cabang Kalsel dan Kalteng di Banjarmasin, Kamis (24/1), mengatakan, terjadi kelangkaan elpiji untuk rumah tangga di beberapa daerah di dua provinsi ini terjadi diluar kebiasaan. Sebab, pasokan gas elpiji cukup tersedia. Namun, terjadi kekosongan pada beberapa daerah.

Salah satu sebabnya, ungkapnya, adalah dampak kenaikan harga gas elpiji untuk ukuran 50 kilogram. Harga elpiji tersebut sebelumnya Rp 375.000 per tabung, kini naik Rp 100.000 menjadi Rp 475.000 per tabung.  “Kami menduga telah terjadi aksi borong gas elpiji rumah tangga dilakukan kalangan industri yang tidak mampu lagi membeli elpiji 50 kilogram,” katanya.

Menurut Tjin Wan, dari hasil penyelidikan ini nantinya akan diambil langkah-langkah untuk mengatasi kekosongan gas elpiji pada beberapa daerah di Kalsel dan Kalteng. Saat ini harga elpiji rumah tangga pada tingkat agen di Banjarmasin masih Rp 64.000 per tabung dan di Kalteng Rp 65.000 per tabung.

Pemantauan di Banjarmasin, harga elpiji rumah tangga pada tingkat eceran mencapai Rp 70.000 hingga Rp 80.000 per tabung. Sementara di Palangkaraya, harganya berkisar Rp 85.000 hinga Rp 90.000 per tabung. “Dalam beberapa hari terakhir memang terjadi peningkatan penjualan elpiji rumah tangga, yakni dari 40 tabung per hari menjadi 50 tabng per hari. Sementara gas elpiji untuk industri mengalami penurunan,” kata Bandi, petugas dialer elpiji PT Bara Angin Sakti, Banjarmasin.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau