Koalisi Delapan Parpol Ajukan RE Siahaan dan Suherdi

Kompas.com - 24/01/2008, 17:26 WIB

MEDAN, KAMIS -  Koalisi delapan partai politik  mengajukan Wali Kota Pematang Siantar RE Siahaan berpasangan dengan Wakil Ketua Dewan Pengurus Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa Sumatera Utara Suherdi sebagai calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara. Koalisi delapan partai politik terdiri Partai Damai Sejahtera, Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Perhimpunan Indonesia Baru, Partai Nasional Indonesia Marhaenisme, Partai Buruh Sosial Demokrat, Partai Nasional Banteng Kemerdekaan, Partai Pelopor, dan Partai Persatuan Daerah.

Pasangan RE Siahaan dengan Suherdi mendaftar di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Utara (Sumut) sekitar pukul 15.00. Mereka diterima langsung Ketua KPU Sumut Irham Buana Nasution dan Anggota KPU Sumut Divisi Pencalonan Jumiran Abdi.

Dari delapan parpol, yang memiliki kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumut hanya hanya Partai Damai Sejahtera (PDS) sebanyak lima kursi dan Partai Perhimpunan Indonesia Baru (PIB), Partai Nasional Banteng Kemerdekaan (PNBK), Partai Pelopor dan Partai Buruh Sosial Demokrat (PBSD) masing-masing sebanyak satu kursi. Namun total gabungan suara koalisi delapan parpol ini meraup 989.288 atau sekitar 15 persen dari total suara hasil pemilu legislatif di Sumut tahun 2004 sebanyak 5.248.681.

Pendaftaran pasangan Siahaan-Suherdi ini juga dihadiri wakil kedelapan parpol yang berkoalisi antara Ketua DPD PDS Sumut Toga Sianturi, Ketua DPW PKB Sumut Marwan Dasopang dan Ketua DPD PIB Sumut Elbiner Silitonga.

Siahaan mengaku sangat optimistis bisa memenangkan pemilihan Gubernur Sumut. Pemilihan pasangannya dengan Suherdi yang juga merupakan Ketua DPW Pujakesuma (Putera Jawa Kelahiran Sumatera) Sumut, diharapkan bisa meraup suara etnis Jawa yang merupakan salah satu kelompok etnis besar di Sumut. “Saya yakin kami bisa meraup 35 persen suara,” ujar Siahaan.

Siahaan mengungkapkan latar belakang pasangan yang sangat “pelangi” membuatnya yakin bisa unggul dari pasangan lainnya. Latar belakang Siahaan yang beragama Kristen dan beretnis Batak, serta Suherdi yang berasal dari etnis Jawa dan beragama Islam, diyakini mampu meraup banyak suara pemilih. “Saya yakin dengan kondisi masyarakat Sumut yang sangat majemuk, pasangan pelangi seperti kami ini bisa menang,” kata Siahaan.

Menurut Siahaan, meski dia masih menjabat sebagai Ketua DPC Partai Demokrat Pematang Siantar, namun pencalonannya melalui parpol lain tak terlalu dimasalahkan partainya. “Saya sudah secara resmi memberitahu salah satu Ketua DPP Partai Demokrat, Saudara Jhony Allen Marbun,” katanya.

Namun dia tak menjawab saat ditanya apakah pencalonannya mendapat restu dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono selaku Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat. Partai Demokrat sendiri hingga pukul 16.30 belum mengambil formulir pendaftaran dn mengajukan calon pasangan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau