Bulog Siap Impor Kedelai

Kompas.com - 24/01/2008, 17:53 WIB

JAKARTA,KAMIS - Direktur Perencanaan dan Pengembangan Usaha Perum Bulog Mohammad Ismet mengatakan, Bulog siap untuk mengimpor kedelai guna mengamankan harga produk pertanian yang saat ini sedang melonjak tersebut.

"Bulog sudah mendapat perintah secara lisan dari Menteri Perdagangan untuk menangani masalah kedelai dan siap untuk menangani kedelai," kata Ismet saat diskusi Kebijakan Perum Bulog tentang Transparansi Ketahanan Pangan yang diadakan Forum Mahasiswa Lintas Kampus, di Jakarta, Kamis (24/1).
    
Ismet mengatakan, Bulog diminta untuk mengimpor kedelai agar harga produk pertanian tersebut di dalam negeri dapat turun. Ia mengakui bahwa belum ada keputusan resmi mengenai tugas baru Bulog tersebut. Namun, katanya, sudah ada perintah lisan dari Menteri Perdagangan.

Untuk menyalurkan kedelai tersebut, katanya, antara lain bisa melalui koperasi-koperasi. Ia mengharapkan tugas tersebut dilakukan secara kontinu dan bukan insidental. "Harusnya kontinyu karena jika sementara tidak baik," katanya.
    
Sebelumnya, Mendag Mari E Pangestu mengatakan Perum Bulog dapat mulai melakukan impor kedelai tanpa harus menunggu keputusan pemerintah mengenai tugas barunya. Untuk menambah stok kedelai di pasar domestik, Bulog dapat melakukan impor tanpa batasan kuota. "Bisa kapan saja (impornya)," ujar Mari Pangestu.

Sementara itu pengamat pertanian Arya Palguna mengatakan, pangan harus menjadi visi kebangsaan dan komitmen pemerintah serta bukan hanya tindakan operasional semata. Pemerintah, katanya, harus mengurangi ketergantungan pangan dari luar negeri. "Sehingga ada upaya survival (dapat bertahan hidup)," katanya.
   
Ia meminta globalisasi jangan menjadi pembenaran adanya kenaikan harga pangan yang terjadi belakangan ini. (ANT/EDJ)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau