KABUL, KAMIS - Harga gandum global yang meningkat tajam telah mengakibatkan harga gandum di Afganistan melonjak hingga 58 persen dalam setahun terakhir. Kenyataan ini menekan daya beli ratusan ribu keluarga di Afganistan untuk memenuhi kebutuhan pangannya.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan pemerintah Afganistan mengajukan ke negara-negara donor bantuan senilai lebih dari 81 juta dolar AS untuk membantu kebutuhan pangan 2,5 juta penduduk berekonomi lemah yang terkena imbas lonjakan harga gandum.
Roti merupakan makanan pokok bagi mayoritas penduduk Afganistan dan gandum adalah produk pangan terpenting di negara perekonomian domestik tersebut.
"Kenaikan harga kebutuhan pokok yang drastis seperti tepung gandum berimbas ke meningkatnya resiko kelaparan mengingat semakin banyak keluarga di Pakistan yang tidak dapat menjangkau daya beli untuk memenuhi kebutuhan pangannya," jelas PBB dalam suatu pernyataannya.
Permohonan bantuan bagi kebutuhan pangan ini ditujukan untuk menopang lebih 2,5 juta penduduk Afganistan,yang berisiko kekurangan bahan pangan di wilayah pedalaman dan urban, hingga 5 bulan mendatang sampai datangnya musim panen. Afganistan merupakah salah satu negara termiskin di dunia dan sangat bergantung pada bantuan asing.