Sebanyak 7 Ons Kutil Dede Diangkat

Kompas.com - 24/01/2008, 19:18 WIB

BANDUNG, KAMIS - Dede, Warga Desa Tanjungjaya, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat yang menderita kutil raksasa kembali menjalani operasi di Ruang Central Operating Theater Lantai III Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung, Kamis (24/1). Dalam operasi keempat yang berlangsung selama empat jam itu, tim dokter berhasil mengangkat 7 ons kutil di sekujur tubuh Dede.

Dede masuk ruang operasi sekitar pukul 07.00, namun opesari baru dimulai pada pukul 08.30 WIB. Bagian yang dioperasi meliputi kepala bagian atas dan belakang, leher belakang, punggung, dan kedua lengan atas. Dokter juga mengangkat tumor yang ada di pantat Dede. “Rencananya kami juga akan mengangkat tanduk (giant cutaneous horn) di kaki, tetapi tidak sempat karena waktu operasinya sudah terlalu lama,” kata ketua tim operasi, dokter spesialis bedah plastik Hardisiswo Soedjana.

Pada operasi tahap kedua lalu, tim dokter berhasil mengangkat 5 kilogram kutil Dede, sementara pada operasi tahap tiga, sebanyak 4 ons kutil yang dirilis. Jadi, hingga saat ini tidak kurang dari 6,1 kilogram kutil yang berhasil diangkat dari tubuh Dede.

Hardi menjelaskan, sudah tidak terhitung lagi jumlah jahitan di tubuh Dede saking seringnya dioperasi. Dalam operasi kali ini, semua luka dijahit agar cepat pulih. Tubuh Dede dibungkus perban colekat, sementara kepalanya dibungkus perban putih. Diperkirakan dalam sepekan luka sudah mengering dan perban sudah bisa dibuka. “Dalam waktu sepekan itu, pasien tidak boleh mandi dulu,” papar Hardisiswo.

Hardisiswo menjelaskan, operasi tahap selanjutnya akan dilakukan sekitar tiga pekan ke depan. Dalam operasi tahap lima itu tim dokter akan mengangkat kutil tanduk di kedua kaki Dede. Selain itu, memasang tissue expander sebanyak 2.000 cc di perut Dede. Tujuannya, untuk menghasilkan kulit yang bisa dijadikan donor pada kedua tangan pasien seusai menjalani operasi skin graft (pengangkatan kulit) nanti.

Sementara itu, ketua tim dokter Rachmatdinata menjelaskan, Dede masih menjalani terapi perbaikan gizi. Berat badannya terus naik, tetapi peyakit livernya belum sembuh betul. Begitu juga dengan osteoporosis yang dideritanya. “Kalau kondisi umumnya sudah prima, nanti bisa mengonsumsi acetretin,” kata Rachmatdinata. Acetretin berfungsi menghambat pertumbuhan kutil di tubuh Dede. (MHF) 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau