JAMBI, JUMAT-Anggota Panitia Anggaran DPRD Merangin, Syamsul Anwar mengatakan, tidak hanya anggaran pendidikan di Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi, yang diturunkan pada tahun ini. Seluruh anggaran di tiap sektor juga diturunkan 20 persen, karena sebagian dana belanja APBD, dialokasikan untuk Pemilihan Kepala Daerah di Merangin pertengahan 2008 ini, serta kenaikan gaji PNS di lingkungan Pemkab Merangin.
Menurut Syamsul, tim panitia anggaran, akhir Desember lalu, bersepakat menurunkan nilai untuk semua rencana kerja anggaran (RKA) di seluruh , yaitu sebesar 20 persen dari nilai anggaran di tahun 2007. Jika anggaran pendidikan pada tahun lalu Rp 28 miliar, maka tahun ini menjadi Rp 23 miliar.
“Meski total belanja daerah dinaikkan dari Rp 412 miliar (2007) menjadi Rp 503 miliar (2008), sebagian dana dialokasikan untuk kegiatan Pilkada di Merangin pertengahan tahun ini, kenaikan gaji pegawai negeri sipil, dan bantuan sosial untuk desa-desa. Sehingga, alokasi untuk lainnya harus dikurangi,” ujar Syamsul.
Mengenai tuntutan kenaikan anggaran pendidikan yang sekarang terjadi, menurut Syamsul, sulit diterima. Pasalnya, poin-poin yang dituntut untuk dinaikkan, di antaranya, dana rutin, dana ujian akhir nasional, dan uang kesejahteraan guru, sebenarnya sudah ada dalam rincian RKA sebesar Rp 23 miliar tersebut. Hanya saja jumlah anggaran terbatas pada tiap poin tersebut.
Karena itu pihaknya berharap dinas pendidikan dapat memahami bagaimana kondisi keuangan daerah saat ini. “Kalau semua RKA dinas-dinas dituruti, belanja daerah bakal memengkak jadi Rp 1,6 triliun. Dengan anggaran belanja yang sekarang saja, kita sebenarnya sudah defisit Rp 33 miliar,” tuturnya. (ITA)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang