Tuntutan Kenaikan Anggaran Pendidikan Sulit Diterima

Kompas.com - 25/01/2008, 08:36 WIB

JAMBI, JUMAT-Anggota Panitia Anggaran DPRD Merangin, Syamsul Anwar mengatakan, tidak hanya anggaran pendidikan di Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi, yang diturunkan pada tahun ini. Seluruh anggaran di tiap sektor juga diturunkan 20 persen, karena sebagian dana belanja APBD, dialokasikan untuk Pemilihan Kepala Daerah di Merangin pertengahan 2008 ini, serta kenaikan gaji PNS di lingkungan Pemkab Merangin.

Menurut Syamsul, tim panitia anggaran, akhir Desember lalu, bersepakat menurunkan nilai untuk semua rencana kerja anggaran (RKA) di seluruh , yaitu sebesar 20 persen dari nilai anggaran di tahun 2007. Jika anggaran pendidikan pada tahun lalu Rp 28 miliar, maka tahun ini menjadi Rp 23 miliar.

“Meski total belanja daerah dinaikkan dari Rp 412 miliar (2007) menjadi Rp 503 miliar (2008), sebagian dana dialokasikan untuk kegiatan Pilkada di Merangin pertengahan tahun ini, kenaikan gaji pegawai negeri sipil, dan bantuan sosial untuk desa-desa. Sehingga, alokasi untuk lainnya harus dikurangi,” ujar Syamsul.

Mengenai tuntutan kenaikan anggaran pendidikan yang sekarang terjadi, menurut Syamsul, sulit diterima. Pasalnya, poin-poin yang dituntut untuk dinaikkan, di antaranya, dana rutin, dana ujian akhir nasional, dan uang kesejahteraan guru, sebenarnya sudah ada dalam rincian RKA sebesar Rp 23 miliar tersebut. Hanya saja jumlah anggaran terbatas pada tiap poin tersebut.

Karena itu pihaknya berharap dinas pendidikan dapat memahami bagaimana kondisi keuangan daerah saat ini. “Kalau semua RKA dinas-dinas dituruti, belanja daerah bakal memengkak jadi Rp 1,6 triliun. Dengan anggaran belanja yang sekarang saja, kita sebenarnya sudah defisit Rp 33 miliar,” tuturnya. (ITA)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau