SOLO, JUMAT - Bantuan logistik untuk korban banjir, hingga sekarang masih menumpuk di Posko Induk Penanggulangan Banjir Loji Gandrung (kantor Walikota), Kota Surakarta. "Mulai besok bantuan itu akan dibagi-bagikan kepada warga yang masih memerlukan," kata Walikota Surakarta, Ir. Joko Widodo, di Solo, Jumat.
Stok logistik yang masih menumpuk itu, antara lain berupa mi instan 1.624 dos, beras 4,5 ton, dan susu 114 dos, sedangkan bantuan berupa uang kurang lebih Rp900 juta.
Untuk sementara, kata dia, bantuan berupa uang belum dibagikan. "Kalau dibagi-bagikan, mereka akan mendapatkan uang relatif sedikit," katanya.
Oleh karena itu, pihaknya akan menggunakan dana itu untuk perbaikan fasilitas umum di 12 kelurahan yang rusak akibat terkena banjir pada tanggal 26 Desember 2007.
Menyinggung Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang melakukan audit bantuan korban banjir, Joko Widodo membenarkan institusi itu melakukan audit. Walikota justru mempersilakan BPK melakukan audit bantuan korban banjir.
"Ini sangat baik dalam rangka transparasi agar masyarakat yang ikut membantu korban banjir mengetahui penggunaan bantuan itu," katanya.
Menyinggung para korban banjir yang ada di daerah bantaran Sungai Bengawan Solo, dia mengatakan, semuanya akan direlokasi. Soal tempat, pihaknya masih mencarikan lokasi untuk mereka.
Ia menegaskan, relokasi untuk para korban banjir itu tetap dilaksanakan. "Kami masih menunggu dana dari pusat, dan secara prinsip pusat bersedia membantu untuk relokasi ini," katanya. (ANT)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang