Takut Harus Beri ASI, Jessica Alba Jadi Parno

Kompas.com - 25/01/2008, 09:24 WIB

LOS ANGELES, JUMAT--Di tengah kondisinya yang sedang berbadan dua, rasa cemas begitu kuat menekan aktris seksi Jessica Alba. Adakah ia ketakutan menghadapi proses kelahirannya? No... no...!

Untuk urusan itu, ia mengaku tak begitu gentar. Lalu? Takut memberikan ASI (air susu ibu) untuk anaknya kelak? 

Seperti ditulis The Sun, Kamis (24/1) waktu setempat, Jessica terang-terangan menyatakan lebih cemas menghadapi tugas untuk memberikan ASI  alias menyusui sang bayi ketimbang  menghadapi proses persalinannya. Bahkan ia mengaku menjadi paranoid alias "parno" gara-gara memikirkan masalah itu.

"Memberikan ASI seperti melakukan sesuatu yang membuat saya paranoid ketimbang menghadapi persalinan," aku aktris yang kini sedang menanti anak pertama, buah cintanya dengan Cash Warren, tunanganya, dalam sebuah wawancara dengan televisi AS.

Bahkan  Alba menganggap tugas memberikan ASI sebagai sebuah  mimpi buruk yang terus menghantuinya. Namun ia tak mau menjelaskan secara rinci, apa yang menjadi alasan perempuan kelahiran Pomona, California, AS, 28 April 1981 itu, sehingga ia merasa cemas untuk memberikan  ASI bagi bayinya kelak.

Kuat dugaan keengganan aktris yang pernah dinominasikan dalam ajang Golden Globe tahun 2001 itu, lantaran ia khawatir akan berdampak pada performa payudaranya. Namun yang jelas, sejak mengetahui dirinya berbadan dua, perempuan berusia 26 tahun itu mengakui bahwa kestabilan emosinya berubah.

"Apapun bisa membuat saya ujug-ujug marah atau sangat emosional dan itu membuat saya gampang menangis," ungkapnya. "Saya menjadi begitu sangat emosional."  

Kecemasan itu semakin sempurna karena perubahan bentuk tubuhnya pada masa-masa melahirkan saat ini. Oleh sebab itu bintang film Sin City itu berusaha keras menjaga agar perubahan bentuk tubuhnya tak terlalu berubah drastis. "Saya mencoba makan yang sehat dan berlatih. Saya tak mau berat badan saya bertambah terlalu cepat," katanya.    
 
Kekhawatiran Alba, ternyata memancing reaksi Susan Condon, seorang pakar untuk masalah menyusui. Ia menyarankan Alba agar tak terlalu khawatir atas kecemasannya. Menurut dia, menyusui justru merupakan salah satu cara ampuh untuk menurunkan berat badan seusai proses melahirkan.  

"Jika anda menyusun pola makan yang bervariasi dan seimbang, maka menyusui anak pada pasca-persalinan justru dapat menolong Anda mengurangi berat badan tanpa harus diet," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau