JAKARTA, JUMAT - Konferensi pers mengenai kesehatan mantan Presiden RI Soeharto mulai hari ini, Jumat (25/1) akan diadakan tiap dua hari sekali, sebab kondisi kesehatan Soeharto terus membaik sejak beberapa hari lalu.
"Konferensi pers akan diadakan dua hari sekali, besok tidak ada, Minggu baru ada, kecuali keadaan menonjol. Ini adalah inisiatif tim dokter," ujar ketua tim dokter kepresidenan Mardjo Soebiandono.
Mengenai kondisi mantan penguasa itu, menurut dokter Mardjo, Soeharto sudah bisa bernafas dengan spontan. "Hampir seratus persen nafas Soeharto merupakan nafas spontan dengan dibantu ventilator. Ventilator hanya membantu untuk bernafas dan memberikan oksigen," ujarnya.
Oleh karena pernafasan membaik, mulai saat ini penyapihan ventilator terus dilakukan secara perlahan. "Sekitar tujuh sampai sepuluh hari lalu dokter melakukan penyapihan secara perlahan. Penyapihan tidak bisa langsung, harus diamati dari waktu ke waktu, jam ke jam. Kalau bagus ya kita lepas. Tapi sekarang hampir seratus persen nafas bapak sendiri," ujar anggota tim dokter Christian Johannes.
Tekanan darah Soeharto pun relatif normal 120-130/50-60 mmHg. Sedangkan Haemoglobin 10,5 gram persen. Kesadaran dan responnya stabil. Sedangkan fungsi jantung dan paru-paru membaik.
Menurut dokter, tanda-tanda infeksi sistemik masih ada tetapi terkendali. Pencernaan memperlihatkan perbaikan sehingga pada hari ini tetap akan dicoba memasukkan makanan secara oral (lewat mulut).
Pada hari ini, program untuk Soeharto adalah memperbaiki keadaan umum, melatih otot-otot untuk pergerakan yang lebih aktif, melatih fungsi pernafasan untuk persiapan melepaskan ventilator dan mengaktifkan fungsi pencernaan. Namun hari ini tidak ada perawatan yang sangat khusus seperti transfusi darah. (BOB)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang