Mabes TNI-AU Belum Tetapkan Pilot Sukhoi

Kompas.com - 26/01/2008, 11:33 WIB

JAKARTA, SABTU - Markas Besar TNI-AU hingga kini belum menetapkan delapan calon pilot baru pesawat tempur Sukhoi, yang diajukan Skadron Udara II Pangkalan Udara (Lanud) Hassanudin, penaung Su-27/30 Flanker.

"Belum, masih dipertimbangkan," kata Asisten Operasi (Asops) KSAU Marsekal Muda Eddy Hardjoko ketika dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu.

Eddy mengatakan,  pihaknya sedang menyeleksi untuk menetapkan calon-calon pilot pesawat jet tempur buatan Rusia tersebut.

"Jadi belum yaa...kita tetap dapat segera memenuhi, begitu dua pesawat Sukhoi baru tiba di Indonesia," ujar Eddy.

Komandan Skadron 11 Lanud Hassanudin Letkol Pnb Andi Kustoro mengatakan, pihaknya mengajukan delapan penerbang baru Sukhoi kepada Mabes TNI AU.

"Kedelapan penerbang itu, akan dipilih lulusan Akademi Angkatan  Udara (AAU) 1994 hingga 2001. Setiap angkatan mendapat jatah satu orang," katanya.

Andi menambahkan, mereka yang direkrut minimal sudah mengantongi 300 jm terbang ’on type’ di pesawat tempur satuannya. Selanjutnya, ke delapan pilot baru itu akan dikirim ke Rusia untuk ’ground school’ selama 1,5 bulan.

Program penambahan pesawat tempur Sukhoi telah dicanangkan dalam Program Pengembangan Kekuatan (Probangkuat) TNI AU 2005-2009. Untuk kebutuhan pesawat tempur sergap, TNI AU memprioritaskan pengadaan Sukhoi hingga satu skadron, lengkap dengan persenjataannya dalam dua tahun kedepan.

Pada Tahun Anggaran (TA) 2005 telah dialokasikan dana 310 juta dolar AS untuk pengadaan enam pesawat Sukhoi dan pada TA 2006 telah dialokasikan dana sebesar 356,7 juta dolar untuk enam lainnya. Pengadaan enam Sukhoi baru itu akan dilakukan bertahap mulai 2007 hingga 2009.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau