Polisi Gagalkan Pemberangkatan TKW Tanpa Dokumen

Kompas.com - 26/01/2008, 15:36 WIB

PALEMBANG, SABTU– Polsek Kesatuan Pelaksana Pengamanan Pelabuhan (KP3) Pelabuhan Boom Baru Palembang, Sumsel menggagalkan pemberangkatan tujuh Tenaga Kerja Wanita (TKW) ke Malaysia karena tanpa dokumen lengkap, Sabtu (26/1). Polisi juga merasa curiga karena sebagian TKW tersebut tidak membawa paspor.

Kepala Polsek KP3 Pelabuhan Boom Baru Ajun Komisaris Ali Sadikin menjelaskan, pihaknya menahan para TKW bersama agen yang mendampingi bernama Rofiqoh karena dokumen para TKW itu tidak lengkap serta diragukan keasliannya.

Menurut Ali Sadikin, para TKW tersebut tidak memiliki dokumen MOU antara perusahaan penyalur TKW di Indonesia dengan perusahaan penyalur TKW di Malaysia. Dokumen lain seperti surat dari Dinas Tenaga Kerja pun tidak ada.

“Dari tujuh orang TKW itu hanya dua orang yang memiliki paspor asli. Paspor lima TKW lainnya baru saja dikirimkan lewat faksimili. Mereka tetap kami tahan sampai keaslian dokumen dapat dibuktikan,” kata Ali Sadikin.

Audi (19) salah satu TKW asal Indramayu mengaku ditawari pekerjaan sebagai pembantu rumah tangga di Malaysia dengan gaji Rp 1,3 juta per bulan. Sebelum tiba di Palembang, para TKW tinggal berpindah-pindah yaitu seminggu di Pulo Gadung Jakarta Timur, seminggu di Jakarta Barat, dan dua minggu di Wonosari, Yogyakarta.

“Saat hendak masuk pelabuhan Boom Baru kami ditanyai KTP oleh polisi. Kami bilang KTP kami semuanya dipegang Bu Rofiqoh. Kami ditahan karena tidak membawa surat keterangan dari Kepala Desa,” ujar Audi. (WAD)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau