SAMARINDA, SABTU – Seluruh awak Cassa-212 yang jatuh di Long Ampung, Kabupaten Malinau, Kalimantan Timur, Sabtu (26/1) pagi ditemukan tewas. Pilot bernama Sumiskum dan kopilot bernama Clifford Wattimena ditemukan tewas di dalam pesawat. Adapun mekanik bernama Darsono ditemukan tewas di sekitar pesawat.
“Pilot dan kopilot tewas di dalam pesawat,” kata Area Manager Kalimantan Timur PT Dirgantara Air Service (DAS) Ramly Effendy Siregar di Bandar Udara Temindung, Samarinda, Sabtu (26/1) sore.
Adapun informasi terkini tentang ditemukannya Darsono diberikan oleh Komandan Komando Resor Militer 091/Aji Surya Natakesuma Kolonel Infanteri Bambang Budi Waluyo. “Darsono ditemukan oleh personel kami bersama masyarakat di sekitar pesawat,” katanya menegaskan.
Menurut Ramly dan Bambang ketiga korban akan dibawa ke Long Ampung, Kecamatan Kayan Selatan. Kemungkinan besar, korban akan diterbangkan ke Samarinda, Minggu (27/1) ini, untuk kemudian dibawa ke rumah masing-masing.
Menurut Ramly, Sumiskum berdomisili di Jakarta, Clifford berdomisili di Palangkayara, Kalimantan Tengah, dan Darsono berdomisili di Tarakan. “Kami secepatnya akan menghubungi pihak keluarga,” kata Ramly menegaskan.
Pesawat Cassa dengan nomor penerbangan PK-VSE itu terbang dari Bandar Udara Tarakan pukul 08.10 Wita. Pukul 09.07, diketahui kontak terakhir pesawat dengan petugas lapangan terbang di Long Ampung.
Clifford Wattimena diketahui salah seorang anak dari Panglima Komando Operasi Angkatan Udara Republik Indonesia Komodor Leo Wattimena semasa pemerintahan Presiden Soekarno era 1965-an. “Ya dia memang putera almarhum Komodor Leo Wattimena salah satu tokoh penting TNI Angkatan Udara,” kata Ramly. (BRO)