Penyambutan Copa untuk Belasungkawa Soeharto

Kompas.com - 27/01/2008, 17:20 WIB

PALEMBANG, MINGGU - Layaknya menyambut piala adalah dengan pesta dan luapan kegembiraan. Tapi tidak bagi warga Palembang yang menyambut trofi Copa Dji Sam Soe yang diraih Sriwijaya FC beberapa waktu lalu. Mereka harus menyimpan rasa sukanya untuk menyambut prestasi besar itu, karena ada duka yang lebih mendalam yang harus diekspresikan.

Ribuan warga Palembang, Sumsel yang sedang berkumpul di lapangan parkir GOR Sriwijaya, Minggu (27/1) untuk menyambut kedatangan Piala Copa Dji Sam Soe itu pun menunda pestanya. Mereka lebih memilih bersama-sama memanjatkan doa untuk arwah mantan presiden Soeharto.

Doa bersama tersebut sebenarnya berada di luar agenda panitia, namun akhirnya dilakukan selama beberapa menit karena acara itu juga dihadiri Gubernur Sumsel Syahrial Oesman dan Wali Kota Palembang Eddy Santana Putra. Adapun pemimpin doa bersama adalah ulama Sumsel Solihin Hasibuan.

Usai acara Syahrial Oesman mewakili masyarakat Sumsel menyatakan bela sungkawa dan berdoa semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.

 

Seorang tukang becak bernama Sukardi mengaku merasa sedih dengan meninggalnya Soeharto. Sukardi mengenang pada zaman pemerintahan Soeharto lebih mudah mencari makan daripada sekarang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau