PALEMBANG, MINGGU - Layaknya menyambut piala adalah dengan pesta dan luapan kegembiraan. Tapi tidak bagi warga Palembang yang menyambut trofi Copa Dji Sam Soe yang diraih Sriwijaya FC beberapa waktu lalu. Mereka harus menyimpan rasa sukanya untuk menyambut prestasi besar itu, karena ada duka yang lebih mendalam yang harus diekspresikan.
Ribuan warga Palembang, Sumsel yang sedang berkumpul di lapangan parkir GOR Sriwijaya, Minggu (27/1) untuk menyambut kedatangan Piala Copa Dji Sam Soe itu pun menunda pestanya. Mereka lebih memilih bersama-sama memanjatkan doa untuk arwah mantan presiden Soeharto.
Doa bersama tersebut sebenarnya berada di luar agenda panitia, namun akhirnya dilakukan selama beberapa menit karena acara itu juga dihadiri Gubernur Sumsel Syahrial Oesman dan Wali Kota Palembang Eddy Santana Putra. Adapun pemimpin doa bersama adalah ulama Sumsel Solihin Hasibuan.
Seorang tukang becak bernama Sukardi mengaku merasa sedih dengan meninggalnya Soeharto. Sukardi mengenang pada zaman pemerintahan Soeharto lebih mudah mencari makan daripada sekarang.