NEW YORK, MINGGU - Kelompok pembela hak asasi manusia (HAM) terkemuka di dunia, Human Rights Watch (HRW) mendesak pemerintah RI untuk menyelidiki pelanggaran HAM berat yang dilakukan rezim Orde Baru pimpinan almarhum Soeharto.
“Suharto pergi meninggalkan kasus pembunuhan, satu lagi diktator yang hidup dengan kemewahan dan lolos dari pengadilan," kata Brian Adams, Direktur Asia HRW dalam pernyataan persnya mengomentari berita kematian Soeharto, Minggu (27/1).
"Namun masih banyak kroni Soeharto yang berkeliaran, jadi pemerintah Indonesia harus menggunakan momentum ini untuk menyeret mereka ke pengadilan,"
HRW menuduh rezim Soeharto bertanggung jawab atas pembantaian dan penganiayaan pengikut Partai Komunis Indonesia dan menjadi penjahat perang di sejumlah provinsi termasuk Timor Timur yang merdeka pada 1999. Topik ini masih menjadi perdebatan keras di dalam negeri, meski pemerintah tidak begitu menggubris.
"Kematian Soeharto sebenarnya menyediakan sebuah peluang untuk memeringati kematian korban-korban rezim ini," kata lanjut Adams.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang