UNCAC pun Kibarkan Bendera Setengah Tiang

Kompas.com - 28/01/2008, 09:16 WIB

NUSA DUA, SENIN - Untuk menghormati berpulangnya mantan Presiden RI Soeharto, Konferensi PBB Melawan Korupsi atau UNCAC (United Nations Convention Against Corruption) mengibarkan bendera setengah tiang. Bendera PBB berwarna biru dikibarkan bersama bendera merah putih di arena konvensi Nusa Dua sejak Senin pagi (27/1).

Konferensi PBB tentang Antikorupsi berlangsung selama lima hari di balai sidang internasional (Bali International Convention Center/BICC), Westin Resorts Bali di Nusa Dua, dihadiri oleh sekitar 1.300 peserta utusan dari 140 negara serta 284 lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan 21 organisasi nasional serta internasional.

Semula, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didampingi sejumlah Menteri Kabinet Indonesia Bersatu dijadwalkan membuka konferensi ini, namun rencana itu batal menyusul kabar duka tentang meninggalnya mantan Presiden Soeharto pada pukul 13.10 wib, Minggu (27/1) di Rumah Sakit Pusat Pertamina, Jakarta. Saat ini Presiden berada di Astana Giribangun, Karang Anyar, Jawa Tengah, untuk memimpin upacara pemakaman Presiden RI ke 2 tersebut.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau