DHAKA, SENIN - Sekitar 900 orang anak meninggal setiap hari akibat gizi buruk di Bangladesh. Pada umumnya karena kurangnya konsumsi makananan di usia paling dini. Demikian diungkapkan seorang peneliti gizi anak.
"Gizi buruk di usia dini itu akan mempengaruhi pertumbuhan anak-anak saat dewasa nanti, ujar Prof. Dr M Qudrat-e-Khuda Talukder dalam suatu seminar, Senin (28/1)
Seminar bertema "The Lancet’s Series on Maternal and Child Undernutrition" yang diprakarsai International Center for Diarrhoeal Diseases Research, Bangladesh (ICDDR’B) itu dihadiri oleh para pakar kesehatan, para pejabat organisasi non-pemerintah (NGO).
Menurut Lancet,sebuah majalah sains medis terkenal di dunia, lebih dari 3,5 juta ibu dan anak di bawah lima tahun tewas sia-sia setiap tahun di seluruh dunia akibat gizi buruk.
Dr Tahmeed Ahmed of ICDDR’B mengatakan mengintervensi gizi ibu dan anak dapat mencegah seperempat persen kematian anak-anak di negara-negara berkembang. "Bangladesh menempati urutan keemapat di dunia dalam daftar anak-anak penderita gizi buruk," katanya. (Xinhua)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang