Tahlilan dan Doa WNI di Australia untuk Soeharto

Kompas.com - 28/01/2008, 20:04 WIB

BRISBANE, SENIN - Ratusan warga Indonesia di Canberra dan Sydney Senin malam menggelar shalat gaib, tahlilan dan doa bersama lintas agama untuk mantan presiden Soeharto yang wafat hari Minggu dan jasadnya dikebumikan Senin di pemakaman keluarga Astana Giribangun, Karanganyar.

Seperti diberitakan Antara, di Canberra, acara tahlilan, shalat ghaib dan doa bersama lintas agama berlangsung di Balai Kartini dihadiri sekitar seratus orang, termasuk Duta Besar RI untuk Australia dan Vanuatu, TM Hamzah Thayeb dan istri.

Juru Bicara KBRI Canberra, Dino Kusnadi, mengatakan, prosesi acara doa khusus untuk Pak Harto itu diawali dengan shalat magrib dan shalat ghaib dipimpin oleh Ahmad Indra Rubyanto, serta pembacaan surat yasin oleh Slamat Mulyono. Setelah itu dilanjutkan dengan bergabungnya kalangan tokoh masyarakat dan agama Kristen dan Katolik yang ada di Canberra untuk pemanjatan doa bersama lintas agama bagi presiden kedua RI yang wafat dalam usia 87 tahun itu.

Dino mengatakan, dalam doa bersama itu, Ahmad Indra Rubyanto mewakili kalangan Muslim, sedangkan kalangan Kristen Protestan diwakili Lintje Pellu dan kalangan Katolik diwakili Jack Matsay.

Dubes Thayeb dalam sambutan singkatnya menyampaikan terima kasih kepada warga masyarakat Indonesia yang ikut memanjatkan doa bagi Soeharto selaku mantan pemimpin bangsa. Pemerintah, katanya, telah menetapkan hari berkabung selama sepekan.

Sementara itu, sekitar seratus warga Muslim Indonesia di Sydney juga berkumpul di aula Konsulat Jenderal RI di kota itu untuk menggelar tahlilan bagi Pak Harto. Acara tahlilan itu dipimpin tokoh Muslim Indonesia di Australia, Amin Hadi, kata Konsul bidang kekonsuleran KJRI Sydney, Edi Wardoyo.

"Besok (Selasa, 29/1), selain kita mulai membuka buku duka dari pukul 10.00 hingga 15.00 waktu Sydney, diselenggarakan pula acara doa bersama dari kalangan non-Muslim mengingat Pak Harto adalah milik bangsa," katanya.

Selama sepekan hari berkabung, di seluruh kantor perwakilan dan wisma Indonesia yang ada di Australia melakukan pengibaran bendera setengah tiang hingga 2 Februari, serta pembukaan buku duka bagi warga masyarakat yang ingin menyampaikan belasungkawa.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau