TEGAL, SENIN - Pelaksanaan konversi minyak tanah ke gas elpiji di wilayah Kota Tegal, rencananya akan dilaksanakan pada bulan Maret hingga April tahun ini. Selain rumah tangga, Pemerintah Kota Tegal juga meminta agar pedagang kaki lima dan industri kecil yang biasa menggunakan minyak tanah, ikut mendapatkan kompor gas dan tabung berisi tiga kilogram gas elpiji secara gratis.
Kepala Kantor Informasi dan Humas Kota Tegal, Chairul Huda usai rapat terbatas antara Pemkot Tegal dengan Pertamina, Senin (28/1) mengatakan, warga yang akan menerima bantuan merupakan warga setempat, pengguna minyak tanah, memiliki pengeluaran di bawah Rp 1,5 juta per bulan, dan belum menggunakan tabung elpiji 12 kilogram.
Jumlah keluarga yang diusulkan menerima bantuan kompor gas dan tabung berisi tiga kilogram gas elpiji sebanyak 55.000 kepala keluarga. Mereka terdiri dari 13.048 KK di Kecamatan Tegal Selatan, 15.976 KK di Kecamatan Tegal Timur, 13.717 KK di Kecamatan Tegal Barat, dan 12.259 KK di Kecamatan Margadana.
Meski demikian, jumlah rumah tangga tersebut masih dinilai belum memadai. Selama ini, banyak pedagang kaki lima dan industri kecil yang menggunakan minyak tanah, seperti industri logam dan batik tulis. Jumlahnya ratusan dan tersebar di wilayah Kota Tegal.
Pedagang kaki lima dan industri kecil yang kebutuhan minyak tanahnya dapat dikonversi dengan gas, juga perlu mendapatkan bantuan kompor gas dan tabung gratis. Karena itu, Pemkot Tegal juga mengusulkan adanya penambahan jumlah penerima bantuan kompor gas dan tabung.
Menurut Chairul, rencananya, 6 Februari mendatang akan dilaksanakan sosialisasi konversi minyak tanah ke gas di tingkat Pemkot Tegal. Selanjutnya akan dilaksanakan pendataan ulang oleh konsultan dari Pertamina. Pembagian kompor gas dan tabung dilaksanakan pada bulan Maret hingga April.
Meski demikian, Pemkot Tegal berharap agar kuota minyak tanah tidak dikurangi terlebih dahulu, sebelum konversi minyak tanah ke gas selesai dilakukan. Ini untuk menghindari terjadinya gejolak di masyarakat.
Pedagang Eceran Minyak Tanah Resah
Menanggapi rencana konversi minyak tanah ke gas, sejumlah pedagang eceran minyak tanah mengaku resah. Mereka khawatir kehilangan penghasilan, akibat tidak dapat menjual minyak tanah.
Aminah Mukhayati (50), pedagang eceran minyak tanah di Jalan Kelapa Sawit Kota Tegal mengatakan, dengan adanya konversi minyak tanah ke gas, pedagang kecil seperti dirinya akan kehilangan penghasilan. Padahal selama ini, ia mampu menjual sekitar 30 liter minyak tanah per hari, dengan keuntungan sekitar Rp 9.000.
Menurut dia, apabila konversi minyak tanah ke gas tetap dilaksanakan, penjualan gas isi ulang hendaknya jangan hanya diserahkan pada agen atau pangkalan. Pedagang kecil seperti dirinya, hendaknya juga diberi kesempatan untuk ikut menjualnya.
WIE
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang