TEMALE, SENIN - Bukan Didier Drogba atau Samuel Eto'o, striker yang menjadi bintang di Piala Afrika 2008 ini. Tapi, justru striker yang selama ini jarang dikenal, yakni Manucho. Striker Angola ini sudah melesakkan tiga gol, membawa timnya tinggal butuh hasil seri untuk ke perempat final.
Tidak hanya Angola yang girang. Manchester United (MU) juga berbunga-bunga. Tak rugi juara Premier League 2006-07 itu mengontrak Manucho tiga tahun pada 21 Desember 2007 lalu.
Pemain bernama lengkap Mateus Alberto Contreiras Goncalves (24) ini seolah membalas kepercayaan MU. Bahkan, dia telah memberi harapan dan janji, siap menjadi bintang baru Old Trafford.
"Target pertamaku membawa Angola lolos ke perempat final. Tapi, aku juga berharap nantinya bisa menjadi pemain terbaik Piala Afrika 2008," kata Manucho, Senin (28/1).
Tak banyak yang tahu atau mengenal Manucho, kecuali rakyat Angola. Sebelumnya, dia hanya bermain di klub Kota Luanda, Petro Atletico. Permainannya tajam, cepat, dan kuat. Dengan tinggi 188 cm, dia juga jago menyundul bola. Bersama Petro Atletico, dia menjadi top skorer dalam dua musim terakhir ini.
Di antara sedikit orang Eropa yang tahu Manucho adalah Carlos Queiros. Asisten Sir Alex Ferguson itu sangat terkesan kepadanya. Sehingga, dia langsung mengajukan namanya kepada Ferguson.
Awal Desember 2007, Manucho pun diundang ke Old Trafford. Dia menjalani percobaan bersama Rio Ferdinand dkk. Hasilnya sangat memuaskan.
Ferguson tanpa ragu-ragu langsung mengikatnya dengan kontrak tiga tahun. Tak perlu disangsikan, Ferguson sangat tajam membaca bakat pemain. Dia sudah membuktikan mampu mencium bakat besar seperti Cristiano Ronaldo. Dan, kini dia merasa menghirup aroma indah dari diri Manucho.
"Dia pemain yang cepat dan kuat. Permainannya cukup memuaskan dan dia pantas menjadi bagian dari MU," kata Ferguson.
Tak hanya pantas bergabung MU. Manucho juga berpotensi menjadi bintang. Dia menawarkan gaya serangan berbeda. Sehingga, Ferguson memiliki banyak pilihan. Diduetkan dengan Wayne Rooney atau Carlos Tevez, dia diharapkan akan menawarkan gaya serangan yang menakutkan.
Sukses Manucho di Piala Afrika sudah membuat MU makin penuh asa. Bukan mustahil jika dia nanti menjadi tambang gol baru. Bahkan, sangat mungkin pula kelak dia mendapat julukan baru: "Manugol".
MU tinggal menunggu kehadirannya. Begitu Piala Afrika selesai, MU bisa segera memanfaatkan kepiawaiannya. (RTR)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang