Samak Sundaravej, Pengawal Kepulangan Thaksin

Kompas.com - 29/01/2008, 13:43 WIB

BANGKOK, SELASA - Perdana menteri Thailand terguling Thaksin Shinawatra akhirnya punya kawan di dalam negeri yang bakal mengamankan kepulangannya kelak.

Tokoh itu adalah Samak Sundaravej, Ketua Partai Kekuatan Rakyat (People Power Party/PPP) yang dipilih sebagai perdana menteri baru akan mulai bekerja awal pekan depan.

Samak, politisi veteran berusia 72 tahun telah berjanji akan membawa pulang Thaksin, meski pemilik klub sepak bola Inggris Manchester City itu akan menghadapi sejumlah dakwaan di pengadilan. Samak mendulang 310 suara di parlemen, Senin (28/1) mengalahkan pemimpin oposisi Abhisit Vejjajiva dari Partai Demokrat.

Ia akan mulai bekerja dan membentuk kabinet begitu raja Bhumibol Adulyadej memberikan kuasa kepadanya. Formalitas ini akan dilakukan dalam beberapa hari mendatang.

Samak mengatakan kabinetnya akan siap pada 6 Februari dan berjanji akan memasang ekonom kaliber tinggi untuk mendongkrak perekonomian Thailand. "Menteri keuangannya bakal kapabel, pintar dan profesional. Ia orang dalam partai, namun bisa diterima semua pihak," ujar Samak. Namun ia menolak menyebutkan namanya.

Setelah terpilih, Samak berbelanja di pasar ikan. Kepada para wartawan ia mengatakan tidak akan ada perayaan kemenangan. "Saya akan melanjutkan kehidupan normal saya. Tidak ada waktu untuk bulan madu," ujar Samak.

Sebelum kemenangan PPP akhir 2007, Thaksin memprediksi bisa pulang begitu pemerintahan Samak terbentuk. Namun pekan lalu, Pojaman, istri Thaksin mengatakan suaminya tidak akan pulang sampai Mei. Agaknya Thaksin ingin memanfaatkan kemenangan politiknya tanpa harus membuat marah para jenderal yang memusuhinya.

"Meski koalisi PPP mengambil alih pemerintahan, bukan berarti Thaksin akan pulang sebelum Mei," kata juru bicara Thaksin Noppadon Pattama.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau