YOGYAKARTA, SELASA--Menyambut datangnya tahun baru Cina atau Imlek 2559 yang jatuh pada 7 Februari, warga keturunan Tionghoa di Kota Yogyakarta mulai menyerbu berbagai pernak-pernik Imlek.
"Dalam beberapa hari ini penjualan pernak-pernik Imlek seperti ’hioswa’ atau ’hio’, lentera, lampion, lilin dan kertas warna-warni mulai meningkat, bahkan meningkat lebih dari 50 persen," kata Sofyan Fatoni, pemilik toko pernik Tionghoa di Gandekan, Yogyakarta, Selasa.
Selain di kawasan pecinan Gandekan, beberapa toko aksesori di kawasan Ketandan, Gondomanan Yogyakarta juga mulai ramai dikunjungi warga Tionghoa untuk berbelanja kebutuhan Imlek.
Bahkan toko-toko dan pusat perbelanjaan di kawasan Malioboro Yogyakarta juga banyak menyediakan kebutuhan Imlek di samping menghiasi toko dengan beragam hiasan dari etnis Tionghoa seperti miniatur naga maupun lampion.
Fatoni mengatakan, sejak beberapa tahun ini masyarakat keturunan Tionghoa sudah mulai terbuka dalam merayakan tahun baru Imlek.
"Menjelang datangnya Imlek biasanya warga keturunan mulai bersiap merayakannya, dan mereka akan menghiasi rumah dengan lampion-lampion untuk menambah suasana indah saat datangnya tahun baru," katanya.
Ia mengatakan, pada pergantian tahun tersebut masyarakat keturunan juga akan berdoa untuk memohon keselamatan maupun perlindungan dari Tuhan, karena itu mereka juga membeli berbagai kebutuhan untuk doa seperti lilin dan ’hioswa’.
"Masyarakat keturunan biasanya memanjatkan doa saat pergantian tahun baik di kelenteng maupun rumah. Saat berdoa biasanya mereka menggunakan lilin dan ’hioswa’," katanya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang