Warga Tionghoa Serbu Perlengkapan Imlek

Kompas.com - 29/01/2008, 23:37 WIB

YOGYAKARTA, SELASA--Menyambut datangnya tahun baru Cina atau Imlek 2559 yang jatuh pada 7 Februari, warga keturunan Tionghoa di Kota Yogyakarta mulai menyerbu berbagai pernak-pernik Imlek.

"Dalam beberapa hari ini penjualan pernak-pernik Imlek seperti ’hioswa’ atau ’hio’, lentera, lampion, lilin dan  kertas warna-warni mulai meningkat, bahkan  meningkat lebih dari 50 persen," kata Sofyan Fatoni, pemilik toko pernik Tionghoa di Gandekan, Yogyakarta, Selasa.

Selain di kawasan pecinan Gandekan, beberapa toko aksesori di kawasan Ketandan, Gondomanan Yogyakarta juga mulai ramai dikunjungi warga Tionghoa untuk berbelanja kebutuhan Imlek.

Bahkan toko-toko dan pusat perbelanjaan di kawasan Malioboro Yogyakarta juga banyak menyediakan kebutuhan Imlek di samping  menghiasi toko dengan beragam hiasan dari etnis Tionghoa seperti miniatur naga maupun lampion.

Fatoni mengatakan, sejak beberapa tahun ini masyarakat keturunan Tionghoa sudah mulai terbuka dalam merayakan tahun baru Imlek.

"Menjelang datangnya Imlek biasanya warga keturunan mulai bersiap merayakannya, dan mereka akan menghiasi rumah dengan lampion-lampion untuk menambah suasana indah saat datangnya tahun baru," katanya.

Ia mengatakan, pada pergantian tahun tersebut masyarakat keturunan juga akan berdoa untuk memohon keselamatan maupun perlindungan dari Tuhan, karena itu mereka juga membeli berbagai kebutuhan untuk doa seperti lilin dan ’hioswa’.

"Masyarakat keturunan biasanya memanjatkan doa saat  pergantian tahun baik di kelenteng maupun rumah. Saat berdoa biasanya mereka menggunakan lilin dan ’hioswa’," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau