KPK Incar Penerima Dana BI

Kompas.com - 30/01/2008, 15:16 WIB

JAKARTA, RABU - Komisi Pemberantasan Korupsi sedang mengincar orang-orang yang diduga menerima dana Bank Indonesia dalam kasus aliran dana Bi ke DPR. Nama-nama itu, yang inisialnya disebut-sebut sebagai AZA dan AY adalah anggota aktif dan mantan anggota legislatif DPR.

Meski begitu, Ketua KPK Antazari Azhar, Rabu (30/1) mengatakan bahwa KPK belum menetapkan dua orang itu sebagai tersangka. "Mengapa kami belum menetapkan orang yang diduga menerima aliran dana BI, semata-mata karena masih dalam proses penyidikan. Dalam proses penyelidikan kemarin ada petunjuk aliran dana itu diterima oleh beberapa orang baik yang aktif maupun mantan anggota legislatif," ujarnya.

Sebelumnya Tim Penyidik KPK sudah menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam kasus aliran dana BI ke DPR. Mereka adalah Gubernur BI Burhanuddin Abdullah, direktur hukum BI Oey Hoey, dan kepala BI Surabaya Rusli Simanjuntak.

"Berilah kesempatan kami untuk menyelidiki dulu dari tiga tersangka tersebut," ujar Antasari saat ditanya apakah nama-nama tersangka baru itu sudah dipastikan terlibat.

Menurut Antasari, penyelidikan kasus BI sudah meningkat ke arah penyidikan sejak 25 Januari lalu. Sementara Selasa (29/1), tim penyidik sudah melakukan upaya paksa penyitaan terhadap alat bukti surat dan barang bukti surat untuk memperkuat bukti di persidangan.

Saat ditanya wartawan, apakah penyitaan paksa tersebut mendapat perlawanan, ia menjawab sambil bercanda. "Perlawanan hanya ada di ring tinju," ujarnya.

KPK sendiri berencana akan memanggil saksi-saksi kasus aliran dana itu pada Kamis besok. (BOB)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau