Pangan Darurat, Pengusaha Diajak Rapat untuk Kontribusi

Kompas.com - 30/01/2008, 15:51 WIB

JAKARTA, RABU-Setelah berduka dan berkabung karena wafatnya mantan Presiden Soeharto, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memulai kembali aktivitasnya di Istana Negara, Jakarta, Rabu (30/1). Aktivitas pertama Presiden Yudhoyono adalah menggelar rapat soal harga pangan untuk rakyat yang kondisinya darurat.

Berbeda dengan kebiasaan rapat selama ini, kali ini Presiden Yudhoyono tidak hanya menggelar rapat bersama para pembantunya. Presiden Yudhoyono mengundang para pimpinan dunia usaha, eksportir, importir, produsen, dan distributor utama bahan pangan di seluruh tanah air.

Rapat dengan pengusaha ini merupakan rapat lanjutan dari rapat kabinet terbatas sebelumnya yang digelar Presiden Yudhoyono di Kantor Presiden, sesaat sebelum mantan Presiden Soeharto wafat. Ketika jumpa pers usai rapat, Presiden Yudhoyono berjanji akan mengeluarkan paket kebijakan soal pangan dalam waktu sepekan.

Rapat berlangsung tertutup. Sebelum rapat, Presiden Yudhoyono minta posisi duduk para menteri yang berada di baris terdepan saling berhadapan, diubah. Presiden ingin para pengusaha duduk di baris depan juga berhadapan dengan para pembantu presiden. "Saya ingin para panglima ekonomi di depan," ujar Presiden setelah berdiskusi dengan Wapres Jusuf Kalla dan Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi.

Sepuluh menit pertama dipakai untuk perpindahan tempat duduk para pembantu Presiden dan para pengusaha. Para menteri yang semula duduk di baris depan bergeser ke belakang.

Dalam rapat kabinet sebelumnya, kepada para pengusaha, Presiden menghimbau adanya pengertian dan kontribusi atas kesulitan yang dihadapi sebagian besar rakyat, khususnya yang lemah dan miskin. Apa bentuk kontribusi yang dihimbau untuk dilaksanakan, tampaknya sedang dirapatkan dan didialogkan bentuknya.(INU)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau