JAKARTA, RABU-Setelah berduka dan berkabung karena wafatnya mantan Presiden Soeharto, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memulai kembali aktivitasnya di Istana Negara, Jakarta, Rabu (30/1). Aktivitas pertama Presiden Yudhoyono adalah menggelar rapat soal harga pangan untuk rakyat yang kondisinya darurat.
Berbeda dengan kebiasaan rapat selama ini, kali ini Presiden Yudhoyono tidak hanya menggelar rapat bersama para pembantunya. Presiden Yudhoyono mengundang para pimpinan dunia usaha, eksportir, importir, produsen, dan distributor utama bahan pangan di seluruh tanah air.
Rapat dengan pengusaha ini merupakan rapat lanjutan dari rapat kabinet terbatas sebelumnya yang digelar Presiden Yudhoyono di Kantor Presiden, sesaat sebelum mantan Presiden Soeharto wafat. Ketika jumpa pers usai rapat, Presiden Yudhoyono berjanji akan mengeluarkan paket kebijakan soal pangan dalam waktu sepekan.
Rapat berlangsung tertutup. Sebelum rapat, Presiden Yudhoyono minta posisi duduk para menteri yang berada di baris terdepan saling berhadapan, diubah. Presiden ingin para pengusaha duduk di baris depan juga berhadapan dengan para pembantu presiden. "Saya ingin para panglima ekonomi di depan," ujar Presiden setelah berdiskusi dengan Wapres Jusuf Kalla dan Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi.
Sepuluh menit pertama dipakai untuk perpindahan tempat duduk para pembantu Presiden dan para pengusaha. Para menteri yang semula duduk di baris depan bergeser ke belakang.
Dalam rapat kabinet sebelumnya, kepada para pengusaha, Presiden menghimbau adanya pengertian dan kontribusi atas kesulitan yang dihadapi sebagian besar rakyat, khususnya yang lemah dan miskin. Apa bentuk kontribusi yang dihimbau untuk dilaksanakan, tampaknya sedang dirapatkan dan didialogkan bentuknya.(INU)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang