Gary Berang, Sidang Pembacaan Tuntutan Ditunda Lagi

Kompas.com - 30/01/2008, 18:29 WIB

JAKARTA, RABU-- Untuk kali kedua, sidang pembacaan tuntutan terhadap aktor Gary Iskak atas kepemilikan 0,3 gram shabu-shabu di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Barat, Rabu (30/1) lagi-lagi ditunda. Gary pun dikabarkan marah dan kecewa.

Untuk penundaan kedua setelah sidang sebelumnya juga ditunda, pihak jaksa penuntut umum (JPU) yang diketuai Alfon Tilaar, mengatakan belum siap. Jadinya, rencana sidang yang sedianya digelar sore ini urung digelar.

"Kami sudah dengar kabar itu, makanya enggak ada sidang," ujar seorang anggota Tim Kuasa Hukum Garyy, Herry Subagja, menjawab pertanyaan ketika dihubungi kompas.com, Rabu (30/1). "Alasannya masih sama," tambahnya.

Demi mendengar kabar adanya penundaan kembali pembacaan putusan tersebut, Herry mengatakan bahwa Gary Iskak sangat kecewa. Gary sendiri justru menginginkan dakwan itu segera dibacakan.

"Dia kecewa. Ini kan membuat proses sidang berlama-lama. Dibilang marah, ya marahlah," katanya.

Perasaan kecewa juga datang dari keluarga besar Gary Iskak. Mia, tante Gary, mengaku kecewa sidang yang melibatkan keponakannya itu seperti diulur-ulur. "Kok ditunda lagi. Kasihan dia kalau terus diulur-ulur seperti ini," ujar Mia.
 
Bintang  film D'Bijis itu,  didakwa atas kepemilikan, menyimpan dan membawa psikotropika jenis shabu-shabu. Ia ditangkap di Jalan Arteri Pondok Indah, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan pada Jumat, 21 September 2007, sekitar pukul 00.15 WIB. Saat itu, dia baru saja pulang dari acara syuting sebuah film di TMII, Jakarta

Timur menuju rumahnya di bilangan Bintaro Tengah, Blok VI, Sektor-II, Kelurahan Rengas, Kecamatan Rengas, Kabupaten Tangerang, Banten. Kepada polisi, pria muda yang pernah kuliah di Amerika Serikat itu mengaku membeli shabu-shabu itu dari Acong. Ketika digeledah polisi, barang bukti itu tersimpan dalam parfum pewangi mobil terdakwa.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau