JAKARTA, RABU - Warga RT 16/09, Rawasari, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, berjaga-jaga siang malam di posko buatan mereka sendiri untuk mengantisipasi adanya aksi penggusuran oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Jakpus.
Di posko yang mereka dirikan terpampang spanduk berisikan kalimat "Warga Minta Keadilan". Tempat itu sekaligus sebagai tempat warga bersiaga sembari melakukan ronda siang malam.
Bahkan kalangan ibu rumah tangga juga khawatir saat meninggalkan rumah untuk mengantarkan anaknya ke sekolah, karena bisa saja saat pulang rumahnya akan rata dengan tanah.
"Kami sejak Selasa (22/1), sudah melakukan ronda siang malam di posko, karena kami khawatir akan adanya aksi pembongkaran oleh petugas," kata salah seorang warga, Suro Rusman (41).
Ia mengatakan keresahan itu dipicu antara lain karena tidak ada kejelasan uang kerohiman bagi warga. "Padahal saya sudah tinggal di sini selama 32 tahun," katanya, Rabu (30/1).
Terlebih lagi, kata dia, saat ini sudah melebihi batas waktu mediasi antara warga dengan Pemkot Jakpus yang difasilitasi oleh DPRD DKI Jakarta pada Selasa (22/1). "Saya tidak mau rumah dibongkar tiba-tiba, tetapi tidak mendapatkan uang kerohiman," katanya.
Hal senada dikatakan oleh Eko (32), yang mengatakan, warga sampai sekarang belum menerima surat peringatan tiga (SP3) pembongkaran rumah.
"Sampai sekarang, kami belum menerima SP3 dari Pemkot Jakpus, untuk membongkar rumah. Apalagi uang penggantinya," katanya.
Di RT 016/09, terdapat 76 kepala keluarga (KK) atau 300 jiwa, dan 54 KK saja yang memiliki Pajak Bumi Bangunan (PBB).
Seperti diketahui, pada Selasa (22/1), ratusan warga Rawasari bersama kalangan pedagang keramik dan rotan, melakukan aksi unjuk rasa di DPRD DKI Jakarta yang menolak penggusuran rumah mereka menjadi kawasan RTH.
Hingga akhirnya diputuskan pembongkaran rumah di kawasan itu ditunda satu pekan yang berarti sudah harus dilakukan pada Selasa (29/1).
Sementara itu, KasieOps Suku Dinas (Sudin) Ketentraman dan Ketertiban (Tramtib) Jakpus, Sonar Sinurat, mengaku belum menerima perintah untuk melakukan penertiban rumah dan kios di Rawasari.(Antara/put)