NEW YORK, RABU - Dollar AS melemah di pasar valuta asing, Rabu (23/1), setelah bank sentral AS menurunkan suku bunga utamanya setengah persentase poin untuk mendorong naik pertumbuhan ekonomi. Sejalan dengan ekspektasi pasar, Federal Reserve menurunkan tingkat suku bunga federal funds 50 basis poin menjadi 3,00 persen.
Langkah tersebut, seperti dikutip dari Antara, melanjutkan sebuah penurunan suku bunga agresif oleh The Fed yang telah memangkas suku bunga fed funds tiga perempat persentase poin, terbesar selama ini, dalam sebuah tindakan yang mengejutkan delapan hari lalu.
Tindakan-tindakan tersebut telah terbingkai oleh memuncaknya kekhawatiran bahwa ekonomi AS dapat terjerumus ke dalam jurang resesi.
Mata uang tunggal Eropa dikutip pada 1,4861 dollar sekitar 2200 GMT, naik kuat dari 1,4774 dollar akhir Selasa di New York. Euro pada awalnya telah melonjak menjadi 1,4906 dollar, ditutup pada rekor tertinggi 1,4967 dolar pada 23 November.
Sementara terhadap mata uang Jepang, dollar turun menjadi 106,24 yen, dari 107,07 yen sehari sebelumnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang