OPEC Khawatirkan Kelesuan Ekonomi AS

Kompas.com - 01/02/2008, 05:46 WIB

WINA, JUMAT - Organisasi Eksportir Minyak OPEC khawatir terhadap kemungkinan merosotnya harga minyak mentah apabila resesi ekonomi di Amerika Serikat sampai terjadi. Hal ini disampaikan pejabat menteri perminyakan Kuwait Mohammed Al-Aleem menjelang rapat  produksi OPEC di ibukota Austria, Wina.

Mohammed Al-Aleem menjelaskan bahwa OPEC sedikit merasa khawatir mengenai dampak resesi di AS terhadap harga minyak. "Harga minyak, untuk saat ini, telah sedikit turun," kata Mohammed Al-Aleem.
"Dalam 3 pekan, harga minyak mentah turun sekitar 10 dolar. OPEC harus mencari tahu penyebabnya untuk menemukan jawabannya apakah kecenderungan ini akan terus berlanjut," tambah Mohammed Al-Aleem.

Harga minyak mentah mencapai rekor tertinggi hingga 100,09 dolar per barrel pada 4 Januari 2008. Namun Kamis (31/1), harga minyak mentah di bursa komoditi New York berada pada kisaran 90,19 dolar per barrel, karena pasar khawatir akan turunnya permintaan minyak jika AS tenggelam ke dalam resesi.

Saat ditanya kemungkinan langkah apa yang akan diambil OPEC dalam rapatnya Jumat (1/2), Aleem menolak mengindikasikan apakah kenaikan produksi merupakan alternatif pilihan seperti yang diserukan negara konsumen, terutama AS. "OPEC akan mendengar dan mengamati hasil analisa yang telah dilakukan dan mengambil kebijakan berdasarkan hasil analisa," tutur Aleem.

Presiden AS George W. Bush belakangan menyerukan OPEC agar meningkatkan produksi dalam pertemuannya Jumat ini untuk kembali menurunkan harga minyak yang tinggi dan membebani ekonomi AS yang menemui kelesuan. Namun sebagian besar menteri perminyakan OPEC mengindikasikan tidak akan ada perubahan produksi di saat mereka berdatangan ke Wina. (AFP)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau