WINA, JUMAT - Organisasi Eksportir Minyak OPEC khawatir terhadap kemungkinan merosotnya harga minyak mentah apabila resesi ekonomi di Amerika Serikat sampai terjadi. Hal ini disampaikan pejabat menteri perminyakan Kuwait Mohammed Al-Aleem menjelang rapat produksi OPEC di ibukota Austria, Wina.
Mohammed Al-Aleem menjelaskan bahwa OPEC sedikit merasa khawatir mengenai dampak resesi di AS terhadap harga minyak. "Harga minyak, untuk saat ini, telah sedikit turun," kata Mohammed Al-Aleem.
"Dalam 3 pekan, harga minyak mentah turun sekitar 10 dolar. OPEC harus mencari tahu penyebabnya untuk menemukan jawabannya apakah kecenderungan ini akan terus berlanjut," tambah Mohammed Al-Aleem.
Harga minyak mentah mencapai rekor tertinggi hingga 100,09 dolar per barrel pada 4 Januari 2008. Namun Kamis (31/1), harga minyak mentah di bursa komoditi New York berada pada kisaran 90,19 dolar per barrel, karena pasar khawatir akan turunnya permintaan minyak jika AS tenggelam ke dalam resesi.
Saat ditanya kemungkinan langkah apa yang akan diambil OPEC dalam rapatnya Jumat (1/2), Aleem menolak mengindikasikan apakah kenaikan produksi merupakan alternatif pilihan seperti yang diserukan negara konsumen, terutama AS. "OPEC akan mendengar dan mengamati hasil analisa yang telah dilakukan dan mengambil kebijakan berdasarkan hasil analisa," tutur Aleem.
Presiden AS George W. Bush belakangan menyerukan OPEC agar meningkatkan produksi dalam pertemuannya Jumat ini untuk kembali menurunkan harga minyak yang tinggi dan membebani ekonomi AS yang menemui kelesuan. Namun sebagian besar menteri perminyakan OPEC mengindikasikan tidak akan ada perubahan produksi di saat mereka berdatangan ke Wina. (AFP)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang