Tidak Etis Meninggalkan Koalisi di Saat Akhir

Kompas.com - 01/02/2008, 12:35 WIB

DENPASAR, JUMAT-Partai Keadilan Sejahtera mungkin tidak meninggalkan koalisi dengan pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono – -Jusuf Kalla. Apalagi, pemerintahan sekarang waktunya tidak sampai dua tahun lagi.

"Rasanya tidak etis jika meninggalkan pemerintahan SBY-JK disaat-saat akhir pemerintahannya. Namun, keputusan untuk itu diserahkan pada majelis syuro PKS. Majelis inilah yang akan melakukan pertimbangan dan membuat keputusan strategis PKS," ujar Wakil Fraksi PKS DPR RI Fachry Hamzah di Denpasar, Jumat (1/2).

"Memang harus diakui pemerintahan sekarang ini lemah, terlalu banyak orang miskin sementara kebijakan yang dibuat hampir tidak dirasakan oleh banyak orang yang sedang membutuhkan," ujarnya.

Menurut Fachry, pemerintah sekarang mempunyai banyak kesuksesan, namun tidak cukup untuk membuat rakyat merasakan kesuksesan itu. Memang ada pertumbuhan ekonomi, namun pertumbuhan itu tidak berkualitas, karena tidak mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat.

"Bayangkan saja, kelompok masyarakat UKM dengan modal kecil bisa menghidupi dirinya dan keluarganya. Namun, perhatiannya terhadap mereka masih kurang," ujar Fachry di sela-sela persiapan pembukaan Musyawarah Kerja Nasional PKS.(MAM)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau