YOGYAKARTA, JUMAT-Pemerintah Provinsi DI Yogyakarta tengah mengajukan permohonan dana bantuan tambahan modal Rp 3 miliar kepada pemerintah pusat. Bantuan modal itu akan diperuntukan bagi perajin tempe dan tahu di DIY yang kini terancam kolaps akibat kenaikan harga kedelai.
"Kita mengusulkan agar perajin tempe dan tahu di DIY ini dapat bantuan modal agar mereka tetap bisa bertahan berproduksi. Dana yang kita usulkan pada pusat Rp 3 miliar, itu nanti untuk tambahan modal bagi perajin supaya mereka tetap bisa beli kedelai," ujar Syahbenol Hasibuan, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Provinsi DIY, Jumat (1/2) di Yogyakarta.
Menurut Syahbenol, di DIY ada sekitar 10.000 unit usaha tempe dan tahu. Mereka terancam kolaps akibat melambungnya harga kedelai yang merupakan bahan baku utama tempe dan tahu. Melambungnya harga kedelai mengakibatkan omset perajin tempe/tahu turun karena produksi dan penjualan menurun.
Diungkapkan Syahbenol, sekitar 50 ribu usaha kecil dan menengah di bidang makanan di DIY kini terancam kolaps akibat kenaikan harga kebutuhan bahan pokok, seperti minyak goreng dan terigu. "Kita masih belum menentukan kriteria penerima bantuan karena kita belum tahu pengajuan bantuan modal itu di setujui atau tidak," ujarnya.(RWN)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang