Minim Informasi, Calon Penumpang Pesawat Terkatung-katung

Kompas.com - 01/02/2008, 14:59 WIB

JAKARTA, JUMAT – Minimnya informasi dari maskapai penerbangan maupun pengelola Bandara Soekarno-Hatta membuat calon penumpang terkatung-katung. Salah satu calon penumpang itu adalah dr Kumar Ranjana, warga Amerika Serikat yang hendak menuju Jenewa.

Kumar datang ke Indonesia atas undangan Direktorat Jenderal Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Departemen Kesehatan. Petugas Subdit Imunisasi Direktorat Setimkesma Ditjen P2PL Depkes Teguh Yuwono mengatakan, Kumar melakukan survei dan mengawasi program imunisasi di Bandung, Jawa Barat.

Dari Bandung, Teguh mengantarkan Kumar menuju Bandara Soekarno-Hatta. Kumar direncanakan bertolak ke Jenewa pukul 15.20 WIB dengan pesawat Cathay Pasific bernomor penerbangan CX-777-J. Namun, hingga pukul 14.00, mobil yang ditumpanginya masih terjebak macet di Tol Jati Bening, Bekasi.

“Ini sudah hampir tiga jam di (Tol) Jati Bening, (mobil) sudah nggak bisa bergerak. Tadi mulai macet di Bekasi Barat,” kata Teguh saat dihubungi via telepon.

Teguh sudah berusaha mengontak rekan-rekan di kantornya di Jalan Percetakan Negara untuk menghubungi pihak maskapai penerbangan di bandara, tapi gagal. Ia akhirnya menghubungi saudaranya yang bertugas di PT Angkasa Pura di bandara, tapi tetap tak mendapatkan informasi kapan pesawat dapat diberangkatkan.

“Kami tidak tahu kapan pesawat berangkat. Kami tidak tahu harus menghubungi siapa di bandara. Mohon dibantu informasi apakah kami harus tetap ke bandara atau menginap dulu di sini. Soalnya harga tiket lumayan nih, katanya sekitar Rp 20 juta,” kata Teguh.

Saat Kompas.com menghubungi Air Traffic Service (ATS) Bandara Soekarno-Hatta, petugas mengatakan bandara masih akan ditutup hingga pukul 15.30. Namun, belum ada informasi apakah penerbangan dapat dilanjutkan kembali.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau