JAKARTA, JUMAT – Minimnya informasi dari maskapai penerbangan maupun pengelola Bandara Soekarno-Hatta membuat calon penumpang terkatung-katung. Salah satu calon penumpang itu adalah dr Kumar Ranjana, warga Amerika Serikat yang hendak menuju Jenewa.
Kumar datang ke Indonesia atas undangan Direktorat Jenderal Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Departemen Kesehatan. Petugas Subdit Imunisasi Direktorat Setimkesma Ditjen P2PL Depkes Teguh Yuwono mengatakan, Kumar melakukan survei dan mengawasi program imunisasi di Bandung, Jawa Barat.
Dari Bandung, Teguh mengantarkan Kumar menuju Bandara Soekarno-Hatta. Kumar direncanakan bertolak ke Jenewa pukul 15.20 WIB dengan pesawat Cathay Pasific bernomor penerbangan CX-777-J. Namun, hingga pukul 14.00, mobil yang ditumpanginya masih terjebak macet di Tol Jati Bening, Bekasi.
“Ini sudah hampir tiga jam di (Tol) Jati Bening, (mobil) sudah nggak bisa bergerak. Tadi mulai macet di Bekasi Barat,” kata Teguh saat dihubungi via telepon.
Teguh sudah berusaha mengontak rekan-rekan di kantornya di Jalan Percetakan Negara untuk menghubungi pihak maskapai penerbangan di bandara, tapi gagal. Ia akhirnya menghubungi saudaranya yang bertugas di PT Angkasa Pura di bandara, tapi tetap tak mendapatkan informasi kapan pesawat dapat diberangkatkan.
“Kami tidak tahu kapan pesawat berangkat. Kami tidak tahu harus menghubungi siapa di bandara. Mohon dibantu informasi apakah kami harus tetap ke bandara atau menginap dulu di sini. Soalnya harga tiket lumayan nih, katanya sekitar Rp 20 juta,” kata Teguh.
Saat Kompas.com menghubungi Air Traffic Service (ATS) Bandara Soekarno-Hatta, petugas mengatakan bandara masih akan ditutup hingga pukul 15.30. Namun, belum ada informasi apakah penerbangan dapat dilanjutkan kembali.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang