Laporan Wartawan Kompas Adi Sucipto
TUBAN, JUMAT - Luapan Bengawan Solo pasca banjir besar akhir Desember hingga minggu pertama Januari lalu lebih banyak disebabkan lambannya penanganan tanggul yang jebol. Akibatnya desa-desa di wilayah Kecamatan Kanor, Baureno Kabupaten Bojonegoro, Widang Kabupaten Tuban, Laren dan Maduran Kabupaten Lamongan rawan tergenang.
Hingga Jumat malam pukul 20.30 ketinggian air luapan Bengawan Solo di Desa Simorejo Kecamatan Widang Kabupaten Tuban masih sekitar 20 sentimeter hingga 30 cm di dalam rumah. Sebagian warga mulai mengungsi ke rumah kerabat sebagian bertahan di rumah menjaga barang-barang mereka.
Kepala Desa Simorejo, Mashud kepada Kompas mengatakan banjir susulan terjadi gara-gara kelambatan penanganan tanggul yang putus di Tegalrejo sepanjang 100 meter. "Kami mengharap ada pihak-pihak luar menguapayakan bantuan sembako. Warga sudah lama nggak kerja. Baru saja bersih-bersih rumah, membenahi yang rusak ee sudah kebanjiran lagi. Kasihan," kata Mashud.
Sementara itu di Lamongan tepatnya di Kecamatan Meduran tangkis yang jebol juga belum dipebaiki. Akibatnya areal persawahan dan rumah warga tergenang air 30 cm-40 cm yakni di Desa Gedangan dan Blumbang. Di Laren ada lima desa yang tergenang terutama persawahan yakni Desa Gelap, Dateng, Centhini, Durikulon dan Jabung.
"Di Laren rumah penduduk dan tangkis desa masih aman. Satuan Pelaksana Penanggulangan Bencana tetap waspadai banjir susulan. Logistik bahan makanan, perahu karet dan pasukan reaksi cepat tanggap siap bergerak ke lapangan setiap saat," kata Kepala Bagian Humas dan Protokol Kabupaten Lamongan, Aries Wibawa.
Aries berharap kondisi psikologis masyarakat tetap tenang dan tidak panik serta ada rasa aman. Namun diharapkan tetap waspada karena ini masih musim penghujan, banjir bisa terjadi sewaktu-waktu baik karena luapan sungai atau curah hujan tinggi.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang