Lamban, Penanganan Tanggul Jebol

Kompas.com - 01/02/2008, 21:55 WIB

Laporan Wartawan Kompas Adi Sucipto

TUBAN, JUMAT - Luapan Bengawan Solo pasca banjir besar akhir Desember hingga minggu pertama Januari lalu lebih banyak disebabkan lambannya penanganan tanggul yang jebol. Akibatnya desa-desa di wilayah Kecamatan Kanor, Baureno Kabupaten Bojonegoro, Widang Kabupaten Tuban, Laren dan Maduran Kabupaten Lamongan rawan tergenang.

Hingga Jumat malam pukul 20.30 ketinggian air luapan Bengawan Solo di Desa Simorejo Kecamatan Widang Kabupaten Tuban masih sekitar 20 sentimeter hingga 30 cm di dalam rumah. Sebagian warga mulai mengungsi ke rumah kerabat sebagian bertahan di rumah menjaga barang-barang mereka.

Kepala Desa Simorejo, Mashud kepada Kompas mengatakan banjir susulan terjadi gara-gara kelambatan penanganan tanggul yang putus di Tegalrejo sepanjang 100 meter. "Kami mengharap ada pihak-pihak luar menguapayakan bantuan sembako. Warga sudah lama nggak kerja. Baru saja bersih-bersih rumah, membenahi yang rusak ee sudah kebanjiran lagi. Kasihan," kata Mashud.

Sementara itu di Lamongan tepatnya di Kecamatan Meduran tangkis yang jebol juga belum dipebaiki. Akibatnya areal persawahan dan rumah warga tergenang air 30 cm-40 cm yakni di Desa Gedangan dan Blumbang. Di Laren ada lima desa yang tergenang terutama persawahan yakni Desa Gelap, Dateng, Centhini, Durikulon dan Jabung.

"Di Laren rumah penduduk dan tangkis desa masih aman. Satuan Pelaksana Penanggulangan Bencana tetap waspadai banjir susulan. Logistik bahan makanan, perahu karet dan pasukan reaksi cepat tanggap siap bergerak ke lapangan setiap saat," kata Kepala Bagian Humas dan Protokol Kabupaten Lamongan, Aries Wibawa.

Aries berharap kondisi psikologis masyarakat tetap tenang dan tidak panik serta ada rasa aman. Namun diharapkan tetap waspada karena ini masih musim penghujan, banjir bisa terjadi sewaktu-waktu baik karena luapan sungai atau curah hujan tinggi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau