Menunggu Nasib Kondisi Kejiwaan Britney Spears

Kompas.com - 02/02/2008, 02:09 WIB

LOS ANGELES, JUMAT - Bintang pop Britney Spears, memang telah menguras pusat perhatian publik dengan perilaku anehnya yang tak habis-habis. Namun ia telah "berniat" menyerahkan masalahnya ke rumah sakit jiwa, sehingga kini semua tergantung pada para profesional untuk menanganinya.
    
Dengan kawalan belasan petugas Kepolisian, Kamis lalu Britney memang dilarikan ke Pusat Medis UCLA. Polisi hanya mengatakan bahwa tindakan itu lebih merupakan suatu upaya untuk memperoleh bantuan atas kesulitan yang selama ini terus merundung sang bintang.

Kejadian itu merulakan suasana 72 jam kedua terkait niatnya dalam empat minggu ini, walaupun keberadaan serupa terakhir di rumah sakit kurang dari dua hari langsung diikuti beberapa episode tentang perilaku aneh di sela-sela proses perceraian dan pertempuran seru di pengadilan terkait usaha memperoleh hak asuh atas anak-anaknya.

Hukum memang mengijinkan seseorang untuk ditangani masalah kejiwaannya di luar kemauannya hingga 24 jam, jika seseorang diyakini akan membahayakan diri sendiri atau pihak lain. Ibu Britney, Lyne Spears, terlihat meninggalkan rumah sakit yang menjadi pusat perawatan jiwa itu sekitar pukul 05.30. Ketika ditanya apakah putrinya sudah membaik, ia menjawab "Yeah". 

Dr Bruce Spring, asisten profesor bidang Psikiatri Klinis Universitas Southern California mengatakan, di bawah sumpah, para dokter mungkin akan merahasiakan seseorang selama 24 jam observasi, tetapi ia tidak akan merawat orang itu tanpa ijinnya kecuali jika terlihat sangat membahayakan. "Menangani seseorang bukanlah kekuasaan penuh untuk merawat orang itu," kata Spring, yang tidak berhubungan dengan kasus  Spears

Memuncaknya kegoncangan jiwa Britney dimulai pada November 2006 ketika ia mengajukan gugatan cerai dari Kevin Federline, ayah dua putranya, Jayden James (1) dan Sean Preston (2). Jaksa yang menangani kasus itu maupun kuasa hukum Federline sama-sama menyampaikan komentarnya soal perawatan itu. Sementara juru bicara Spears menolak untuk berkomentar.

Tidak jelas siapakah yang berinisiatif memproses "niat" spears. Usaha terakhir untuk memperoleh bantuan medis datang dari beragam orang yang hadir dalam hidunya, yang terkesan saling berebut pengaruh. Mereka datang dari keluarga dekat hingga dua pria, yang akhir-akhir ini acap tampil bersama Britney.

Pria pertama ialah Sam Lutfi, yang mengaku sebagai manajer Spears dan "kawan yang sangat baik." Lutfi tampak meninggalkan rumah sakit pada sekitar 7.30 petang. Ketika paparazzi bertanya tentang klondisi Spears, ia menjawab "Ia hebat, ia baik-baik saja." 

Awal pekan ini Barabra Walters mengatakan dalam suatu acara talk show televisi The View bahwa Lutfi yang telah dikontak mantan wartawati itu mengatakan bahwa spears "sedang menjalani semacam perawatan" dari seorang psikiatris.

Pria kedua, Adnan Ghalib, seorang fotografer paparazi, yang akhir-akhir ini mengumumkan bahwa ia adalah pacar Britney Sprears. Meskipun, segera sesudah pengumuman itu, isteri Ghalib yang sudah menikah dengannya empat tahun mengajukan gugatan cerai.

Ghalib terlihat acap mendampingi Spears baik saat berbelanja sambil berjalan-jalan, saat ke restoran maupun saat ke pengadilan selama berlangsungnya pertempuran dengan Federline dalam proses hukum soal hak pengasuhan anak. Ghalib dilaporkan mengikuti iring-iringan mobil ke rumah sakit dengan ibu Britney. 

Sang bintang terlihat berada dalam ambulan, dikawal oleh petugas yang terkesan seperti petugas yang mengawal presiden. Setidaknya belasan petugas dengan sepeda motor mereka, belasan lain berada di mobil polisi dan dua helikopter di atas mereka mengawal Britney ke rumah sakit.

Perempuan jurubicara UCLA, Roxane Moster, mengutip hukum kerahasiaan pasien, menolak untuk mengatakan apakah Spears telah berada di RS pada hari Kamis itu.  

Umumnya, seseroang yang sedang berada dalam penanganan medis karena masalah kejiwaan menerima evaluasi tentang kondisi fisik dan mentalnya serta menjalani tes termasuk sinar-x dan sampel darah. Para dokter dapat juga merekomendasikan suatu rangkaian perawatan selama waktu itu.

Jika seseorang diputuskan dokter bahwa ia membahayakan setelah penanganan awal, maka para dokter dapat merawatnya hingga 14 hari lagi dengan disertai suatu perintah penahanan di rumah sakit selama waktu itu, juga penetapan melalui dengar pendapat di pengadilan untuk menentukan bahwa seseroang diperbolehkan pergi.

Menurut Dr Spring, sebuah estimasi akan menunjukkan bahwa sekitar 40 hingga 100 orang akan menentang kejadian seperti itu terjadi setiap hari di Los Angeles. Sebab kebanyakan, orang seperti itu akan datang hanya dengan pengawalan dua petugas polisi atau sebuah tim pskiater. "Tidak lazim bahwa di sana terjadi sebuah parade," kata Spring tentang suasana kedatangan Spears yang dinilai mirip sirkus.  

Namun Kapten Polisi Sharyn Buck menolak telah mengistimewakan Speras. Dia mengaku, memang ada sejumlah orang menyampaikan keluhan. Tapi iring-iringan mobil itu dilakukan untuk bisa menerobos kerumunan paparazi tanpa membahayakan Britney atau masyakarat.

"Ini bukan perlakuan istimewa oleh LAPD. Ini untuk perlindungan keamanan masyarakat," tambah Buck

Disebut-sebut bahwa Britney terpaksa mengarahkan nyaris seluruh hidupnya agar sepadan dengan hal yang ia hadapi. Awal pekan ini ia berbicara melalui video dalam aksen British yang buruk sambil menghardik Lutfi agar keluar dari jok depan mobil Mercedez-Benznya. "Awas, saya mau nyetir mobil saya," hardiknya.

Pada saat lain ia muncul di acara publik dengan pakaian minim tanpa pakaian dalam, kepala plontos,  menyerang fotografer, merusak bemper mobil orang, menyerang mobil lain dengan payung saat berhenti di lampu merah dan berbagai ulah lain.

Spears dikirim ke rumah sakit pada 3 januari setelah meminta polisi datang ke rumahnya ketika ia menolak untuk mengembalikan anak-anaknya ke Federline. Episode itu justru mengakibatkan hilangnya hak asuh atas anak-anaknya.    

Begitu hiruk-pikuknya kabar tentang Speras. Dia selalu menjadi bulan-bulanan media. Terakhir ia ramai diberitakan sedang mempertimbangkan untuk masuk Islam karena ingin menikah dengan Ghalib. Tetapi kemudian muncul berita yang berisi bantahan-bantahan bahwa kabar itu tidak benar.

Kini Britney ada di tangan para prfesional. Publik menunggu nasib kondisi kejiwaan si bintang pop itu. (AP/WIP)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau