Calon Penumpang Terlambat Mesti Ganti Tiket

Kompas.com - 02/02/2008, 12:03 WIB

TANGERANG, SABTU - Suasana Bandara Soekarno-Hatta terminal 1C sempat ramai terutama di kounter Adam Air. Seorang calon penumpang, Warman yang berencana pergi ke Padang kecewa karena harus kembali membeli tiket dengan harga normal. Hal yang sama juga terjadi pada calon penumpang lain yang mengalami hal serupa.

"Saya dari rumah dari jam setengah tiga pagi, di tengah jalan macet lama, muter ke Tangerang. Sampai di sini jam setengah sembilan pagi. Waktu tiket kita kasih ke penjaga, orang itu bilangnya sudah hangus karena terlambat. Ini kan bukan kesalahan kita. ini musibah.Masak kita disuruh membeli tiket lagi seharga biasanya," jelas Warman.

Sementara itu, kahumas Adam Air, Danke Drajad, ketika dihubungi Radio Sonora mengungkapkan, "Kalau dibilang kesalahan, itu juga bukan kesalahan kita. Sementara yang mengalami hal serupa juga banyak. Masak semuanya mesti diganti," ungkapnya.

Danke pun menyarankan agar masyarakat calon penumpang sebaiknya berhitung kembali atas situasi yang sedang terjadi saat ini. "Sebaiknya berangkatlah sedini mungkin. Kalau dalam waktu dua empat jam dirasa tidak memungkinkan, lebih baik pergi ke tempat pembelian tiket. Tiket bisa dikembalikan refund,"ujar Danke.

Bila ada keluhan terkait dengan Adam Air, silakan menghubungi 021-6191999

Sumber : Sonora

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau