Akhirnya Sarkozy dan Bruni Resmi Nikah

Kompas.com - 03/02/2008, 09:27 WIB

PARIS, SABTU - Presiden Perancis, Nicolas Sarkozy, menikahi supermodel yang menjadi penyanyi, Carla Bruni, di Istana Elysee, Sabtu, tiga bulan sesudah mereka mulai berkencan.

"Carla Bruni Tedeschi dan Nicolas Sarkozy mengumumkan bahwa mereka telah menikah pagi ini dengan disaksikan keluarga dalam acara yang sangat pribadi," ungkap pernyataan kantor Sarkozy di Elysee.

Mereka menjadi pasangan resmi dalam upacara pernikahan sipil yang dipimpin walikota distrik Paris, yang menaungi wilayah kediaman resmi presiden tersebut.

"Saya menikahkan dua orang ... yang tinggal di 55 Rue du Faubourg St Honore," kata walikota Francois Lebel kepada stasiun radio Eropa 1. Alamat yang dia maksud adalah Istana Elysee.

"Pengantin wanita berpakaian putih dan sangat menarik, seperti biasanya," lalu menambahkan, "pengantin prianya juga lumayan."

Pejabat lainnya kepada Reuters memberitahukan bahwa pernikahan itu berlangsung pukul 11 waktu setempat (17:00 WIB).

Sarkozy dan Bruni bulan lalu memberi sinyal bahwa mereka akan menikah dan dengan tegas mengatakan bahwa acaranya akan berlangsung secara tertutup dan tidak diliput pers.

Hubungan mereka menjadi sorotan media dan tingkat kepopuleran Sarkozy turun cepat pada pekan-pekan ini karena masyarakat menilai presiden mereka terlalu banyak terfokus pada kehidupan pribadinya dibanding untuk masalah-masalah yang dihadapi negara tersebut, seperti kenaikan harga dan lesunya kepercayaan konsumen.

Lebel mengatakan upacara pernikahan diadakan di suatu kamar di lantai pertama Istana Elysee dan berlangsung sekitar 20 menit.

"Ada sekitar 20 orang di sana yaitu keluarga dekat dan beberapa teman," katanya.

Walikota Lebel mengatakan, pemimpin Prancis yang terakhir menikah di tempat itu adalah Napoleon III pada tahun 1853.

Sarkozy, (53), bercerai dari Cecilia pada Oktober lalu setelah melalui 11 tahun pernikahan dan lima bulan duduk di kursi kepresidenan.

Beberapa temannya mengatakan Sarkozy mulai berkencan dengan Bruni, (40), sebulan setelah bercerai dan muncul foto mereka mengunjungi Disneyland Paris pada Desember.

Mereka kemudian melewatkan liburan Natal di Mesir dan Jordania. Media menyebut Sarkozy "Presiden Bling Bling" karena obsesinya terhadap kalangan kaya dan terkenal.

Salah satu lawannya menyebut Sarkozy Louis XIV di zaman modern.

Bruni digambarkan media sebagai pemangsa pria dan sebelumnya pernah punya hubungan dengan bintang rock Mick Jagger dan Eric Clapton, selain dengan pengusaha Donald Trump dan mantan Perdana Menteri Prancis dari kubu sosialis, Laurent Fabius.

Bruni terkenal sebagai simpatisan golongan kiri sedangkan Sarkozy seorang sayap kanan yang dianggap penganut garis keras ketertiban umum.

Ibunda Sarkozy mengimbau agar dia tidak menikah lagi dan Bruni pernah mengatakan menentang pernikahan. Dia mengaku selama ini penganut monogami "tapi lebih suka poligami dan poliandri," katanya kepada majalah Figaro Madame  setahun lalu.

Bruni punya satu anak laki-laki sedangkan Sarkozy punya dua  anak laki-laki yang sudah dewasa dari perkawinan pertama dan satu  anak laki-laki dari perkawinan dengan Cecilia.

Radio RTL mengatakan saksi Sarkozy pada pernikahan itu adalah  Nicolas Bazire, petinggi kelompok usaha barang mewah LVMH, sedangkan saksi bagi Bruni adalah Mathilde Agostinelli, kepala komunikasi Prada di Prancis.(Antara/put)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau