Sikap Spartan PKS Tidak Cukup

Kompas.com - 03/02/2008, 12:31 WIB

Laporan wartawan Kompas Imam Prihadiyoko

DENPASAR, MINGGU - Sikap spartan Partai Keadilan Sejahtera tidak cukup untuk mendongkrak suara PKS mendapatkan dukungan 20 persen suara dalam pemilu mendatang. Target PKS itu tidak mudah, tetapi juga bukan hal yang mustahil.

"Sikap spartan itu masih membutuhkan kehadiran tokoh yang dikenal luas oleh masyarakat, dan program yang konkrit," ujar Direktur Eksekutif Indo Barometer Mohamad Qodari yang hadir dalam Mukernas PKS di Denpasar, Minggu (3/2).

"Sayangnya, belum ada tokoh PKS yang muncul dan jadi daya tarik nasional. Suka atau tidak, masyarakat kita masih membutuhkan kehadiran tokoh. Otak orang Indonesia sudah dikapling-kapling dengan tokoh politik, aktor hiburan, dan tokoh agama yang jadi panutan atau diikuti, dan tidak mudah untuk berpindah dari satu tokoh ke tokoh lain," ujarnya. 

Hasil survei yang dilakukan LSI Desember 2007, menurut Qodari, memperlihatkan tingkat pengenalan masyarakat pada PKS cukup tinggi mencapai 89%. Namun, tingkah electibility-nya stagnan cenderung turun.

"Potret ini bisa menjadi pegangan yang harus dijawab PKS dengan serius. Kalau tidak, maka target PKS sulit diwujudkan," ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau