Laporan wartawan Kompas Imam Prihadiyoko
DENPASAR, MINGGU - Sikap spartan Partai Keadilan Sejahtera tidak cukup untuk mendongkrak suara PKS mendapatkan dukungan 20 persen suara dalam pemilu mendatang. Target PKS itu tidak mudah, tetapi juga bukan hal yang mustahil.
"Sikap spartan itu masih membutuhkan kehadiran tokoh yang dikenal luas oleh masyarakat, dan program yang konkrit," ujar Direktur Eksekutif Indo Barometer Mohamad Qodari yang hadir dalam Mukernas PKS di Denpasar, Minggu (3/2).
"Sayangnya, belum ada tokoh PKS yang muncul dan jadi daya tarik nasional. Suka atau tidak, masyarakat kita masih membutuhkan kehadiran tokoh. Otak orang Indonesia sudah dikapling-kapling dengan tokoh politik, aktor hiburan, dan tokoh agama yang jadi panutan atau diikuti, dan tidak mudah untuk berpindah dari satu tokoh ke tokoh lain," ujarnya.
Hasil survei yang dilakukan LSI Desember 2007, menurut Qodari, memperlihatkan tingkat pengenalan masyarakat pada PKS cukup tinggi mencapai 89%. Namun, tingkah electibility-nya stagnan cenderung turun.
"Potret ini bisa menjadi pegangan yang harus dijawab PKS dengan serius. Kalau tidak, maka target PKS sulit diwujudkan," ujarnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang