JAKARTA, MINGGU- Untuk menanggulangi pengangguran di Indonesia, Muhammadiyah dan NU berkeinginan memfasilitasi pembukaan akses ekonomi untuk masyarakat kelas bawah melalui lembaga keuangan mikro.
" LKM adalah lembaga keuangan nonbank yang bisa membuat masyarakat bawah punya akses atas permodalan. Itu jumlahnya masih sedikit sekali di antara jutaan pengangguran, tapi harus dimulai walaupun dari kecil," jelas Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin saat ditemui usai menghadiri acara NU yaitu puncak bulan Harlah ke-82 di Gelora Bung Karno Senayan Jakarta. Minggu (3/2).
Din juga berharap pemerintah tidak membuka pintu selebar-lebarnya untuk ekonomi kapitalis. "Karena jika dibuka, mereka akan mendominasi, menguasai. itulah yang menciptakan kemiskinan," ujarnya.
Menurut Din, dengan memberi kebebasan ke perusahaan multinasional, korporasi, devisa lebih banyak yang mengalir keluar negeri daripada kembali ke dalam negeri. Ia juga menilai kebijakan saat ini hanya menekankan pertumbuhan ekonomi tapi melupakan pemerataan secara ekonomi.
Din menyarankan, ke depan lembaga ekonomi rakyat seperti koperasi harus bisa dimaksimalkan. (DIV)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang