GAZA, MINGGU - Untuk mengakhiri kebebasan pergerakan masyarakat Palestina dalam 10 hari terakhir, pasukan Mesir kembali menutup perbatasan dengan Jalur Gaza. Pasukan Mesir masih mengijinkan warga Palestina dan Mesir kembali ke kediaman atau wilayah asal mereka, tetapi sudah tidak mengijinkan lagi adanya aktivitas baru perlintasan perbatasan.
Perbatasan Mesir dan Gaza dilanggar saat milisi Hamas meledakkan beberapa bagian tembok perbatasan, sebagai sikap menentang blokade yang diberlakukan Israel di Gaza. Ratusan ribu warga Palestina mengambil kesempatan ini untuk menyeberang ke Mesir dan membeli perlengkapan kebutuhan hidup yang semakin menipis sejak Israel memblokade Gaza.
Tentara Mesir yang menumpangi kendaraan tempur berdiri di atas atap kendaraan sambil mengamati penutupan kembali perbatasan Mesir dan Gaza. Penutupan perbatasan diberlakukan menyusul diadakannya perundingan antara Hamas dan pejabat pemerintah Mesir Sabtu (2/2), setelah Hamas bersedia bekerjasama dengan Mesir untuk memulihkan peraturan di perbatasan.
"Kami telah mencapai kesepakatan dengan Mesir untuk secara bersama mengoperasikan jalur perbatasan di tingkat lokal, di tingkat pos perbatasan maupun sepanjang lintasan perbatasan," kata pemimpin Hamas Mahmoud Zahhar.
Sementara itu, Mesir telah menahan 15 warga Palestina yang kedapatan membawa persenjataan dan bahan peledak di semenanjung Sinai. Israel khawatir milisi menyalahgunakan kebebasannya selama bebas melintas di perbatasan dengan Mesir-Gaza untuk memperlengkapi suplai persenjataan dan bahan peledak.
Awal minggu ini, pemerintah Mesir dan Palestina, yang mengendalikan Tepi Barat, tidak termasuk Gaza, mengesahkan rancangan tahun 2005 bagi aparat Uni Eropa dan Israel untuk mencegah penyelundupan antar perbatasan. (BBC)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang