Penalti Kontroversial Menangkan Inter

Kompas.com - 04/02/2008, 01:05 WIB

ROMA, SENIN - Langkah Inter Milan untuk menjuarai Liga Serie-A tampaknya semakin sulit terbentung. Pada pekan ke-21, Minggu (3/2), Javier Zanetti dkk mengalahkan Empoli 1-0. Pada saat yang sama, AS Roma yang sebelumnya terus mengganggu, takluk 0-3 dari Siena.

Sukses Inter tersebut berkat Zlatan Ibrahimovic yang mencetak gol pada menit ke-34 melalui titik penalti.

Namun, hadiah penalti itu sangat kontroversial. Sebab, wasit menganggap Ighli Vannucchi handsball. Padahal, dalam ulangan televisi tak terlihat Vannucchi handsball saat memblok tendangan Julio Cruz.

Lima menit kemudian, Inter harus bermain 10 orang. Patrick Viera dikartu merah setelah melakukan pelanggaran keras.

Sejak itu, Inter kurang menggigit. Namun, pengalaman dan kualitas membuat permainan mereka bisa mengimbangi Empoli yang terus mencoba menekan.

Empoli sebenarnya punya peluang menyamakan kedudukan ketika mendapat hadiah penalti pada menit ke-83. namun, Luca Saudati yang menjadi eksekutor gagal menaklukkan kiper Julio Cesar.

Kemenangan itu punya banyak arti bagi Inter. Sebab, Inter kini memimpin klasemen dengan keunggulan 8 poin dari AS Roma.

"Saya bahagia dengan kemenangan ini. Para pemain berjuang habis-habisan," kata pelatih Inter Milan, Roberto Mancini.

Mancini agak menyesalkan Patrick Vieira yang melakukan pelanggaran keras hingga kena kartu merah. Ini penampilan pertamanya sejak November 2007. Dia sebenarnya hanya kena kartu kuning, tapi kemudian mengumpat wasit. Akibatnya, kartu merah langsung dilayangkan kepadanya.

"Sangat berbahaya hanya bermain 10 orang sejak babak pertama. Kami sepertinya membuat pertandingan menjadi rumit sendiri. Kami menerima kartu merah tiga kali dalam empat pertandingan terakhir. Sangat berbahaya," keluh Mancini.

Mancini mengaku belum tahu apa yang dikatakan Vieira. Namun, dia tetap menyayangkan kelakuannya.

"Seandainya kami tetap bermain 11 oang, mungkin hasilnya akan berbeda. Yang pasti, kami memang berhak mendapat hadiah penalti. Sedangkan penalti yang diterima Empoli menurut saya tak layak," keluh Mancini.

Namun, hal itu langsung dibantah pelatih EMpoli, Alberto Malesani. Menurutnya, wasit kuang memuaskan dan lebih sering merugikan Empoli.

"Terus terang, kepemimpinan wasit kurang memuaskan. Kami tak pantas dihukum penalti. Saya sempat menanyakan apa alasannya kepada hakim garis, tapi tak dijawab. Kami hanya bisa menerimanya," keluh Malesani. (CH4/HPR)

Hasil Serie-A Pekan ke-21
Genoa 2-1 Catania
Inter Milan 1-0 Empoli
Juventus 1-1 Cagliari
Lazio 2-1 Sampdoria
Parma 2-3 Atalanta
Reggina 1-3 Torino
Siena 3-0 AS Roma
Fiorentina vs AC Milan (Dimainkan Senin dini hari)

Klasemen Sementara Serie-A
(Main, menang, seri, kalah, selisih gol, nilai)
Inter 21 16 5 0 44-13 53
AS Roma 21 13 6 2 38-22 45
Juventus 21 11 8 2 40-18 41
Fiorentina 20 10 7 3 32-18 37
Udinese 21 9 6 6 24-25 33
AC Milan 19 8 6 5 31-16 30
Atalanta 21 7 8 6 32-30 29
Sampdoria 21 8 4 9 27-26 28
Genoa 21 7 7 7 22-28 28
Palermo 21 7 7 7 28-34 28
Napoli 21 7 6 8 33-32 27
Lazio 21 5 8 8 24-30 23
Catania 21 5 8 8 19-24 23
Livorno 20 5 6 9 23-32 21
Torino 21 3 12 6 20-25 21
Siena 21 4 8 9 25-31 20
Parma 21 4 7 10 24-32 19
Reggina 21 3 9 9 18-32 18
Empoli 21 3 7 11 15-29 16
Cagliari 21 3 5 13 16-38 14

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau