JAKARTA, SENIN - Seiring dengan penurunan biaya interkoneksi, diharapkan biaya retail atau biaya yang harus dibayar masyarakat pengguna sarana telekomunikasi ikut turun. Demikian diungkapkan Menteri Komunikasi dan Informatika Mohammad Nuh dalam konferensi pers di gedung Depkominfo, Jakarta, Senin (4/2).
"Rumusnya, biaya retail itu sama dengan biaya interkoneksi ditambah biaya aktivitas ritail ditambah gain margin. Yang sudah kita tetapkan biaya interkoneksi. Jika biaya interkoneksi turun paling tidak biaya retail bisa dikurangi, apalagi jika operator melakukan efisiensi," kata Menteri Komunikasi dan Informatika Mohammad Nuh dalam konferensi pers di gedung Depkominfo, Jakarta. Senin, (4/2).
Alasan penurunan biaya interkoneksi ini, lanjut Nuh karena pemerintah berkeinginan membangun masyarakat informasi. Dalam upaya tersebut diperlukan beberapa hal yakni ketersediaan infrastruktur, keterjangkauan, kesiapan masyarakat, kemampuan dan kemauan masyarakat.
Depkominfo sudah membuat referensi biaya maksimum bagi para operator untuk menentukan Harga Eceran Tertinggi (HET). Penurunan biaya interkoneksi sendiri berkisar 20-40 persen. Mengenai tarif Short Message Service (SMS) belum dibahas karena SMS masih dianggap fasilitas tambahan dan harganya ditentukan oleh masing-masing operator. (DIV)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang