Garuda Tolak Pindah ke Halim

Kompas.com - 04/02/2008, 18:56 WIB

JAKARTA, SENIN-PT Garuda Indonesia menolak merelokasi operasional sebagian penerbangannya ke Bandara Halim Perdanakusuma. Pemindahan operasi pesawat akan mengacaukan penerbangan pesawat-pesawat Garuda.

Kepala Komunikasi Eksternal Garuda Singgih Handoyo  mengatakan, Garuda tidak mungkin memindahkan sebagian penerbangan pesawatnya ke Halim. Alasannya, karena banyak penumpang Garuda yang melakukan connecting flight untuk menyambung penerbangan ke luar negeri.

"Kalau ada penumpang dari Makassar mau melanjutkan penerbangan ke Tokyo, apakah harus melanjutkannya dengan naik kendaraan dulu ke Cengkareng. Ini akan memakan waktu yang lama dan tidak ekonomis," kata Singgih kepada Persda Network di Jakarta, Senin (4/2).

Karena Garuda menggunakan sistem jaringan penerbangan, rute nasional dan internasional tidak bisa dipisahkan dengan bandara lain. Operasi penerbangan bisa saja dilakukan, asalkan semua flight Garuda ikut dipindahkan. Hal ini, kata Singgih mustahil, karena fasilitas dan infrastruktur di Halim yang sangat terbatas. "Memindahkan semua flight saat ini tidak dimungkinkan karena dukungan ground handling dan fasiltas Halim tdk cukup," kata Singgih.

Menurut Singgih, frekuensi penerbangan Garuda setiap harinya mencapai hampir 200 flight termasuk keberangkatan dan kedatangan. Bila penerbangan itu semuanya tumpah di Halim, maka bandara itu akan kerepotan sekali. Belum lagi bila Halim menampung penerbangan maskapai lain.

Pemindahan operasional bandara dari bandara Soekarno-Hatta Cengkareng ke Halim Perdanakusuma mengemuka setelah hujan selama Kamis dan Jumat pekan lalu mengacaukan penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta.

Kekacauan penerbangan tidak hanya disebabkan jarak pandang yang sangat pendek, para calon penumpang dan kru pesawat pun tertahan banjir yang melanda jalan tol Sedyatmo. Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal dan PT Angkasa Pura II  juga menawarkan  agar operasi penerbangan dipindahkan ke Bandara Halim untuk memperlancar penerbangan.(PersdaNetwork/Hendra Gunawan)

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau