JAKARTA, SENIN-PT Garuda Indonesia menolak merelokasi operasional sebagian penerbangannya ke Bandara Halim Perdanakusuma. Pemindahan operasi pesawat akan mengacaukan penerbangan pesawat-pesawat Garuda.
Kepala Komunikasi Eksternal Garuda Singgih Handoyo mengatakan, Garuda tidak mungkin memindahkan sebagian penerbangan pesawatnya ke Halim. Alasannya, karena banyak penumpang Garuda yang melakukan connecting flight untuk menyambung penerbangan ke luar negeri.
"Kalau ada penumpang dari Makassar mau melanjutkan penerbangan ke Tokyo, apakah harus melanjutkannya dengan naik kendaraan dulu ke Cengkareng. Ini akan memakan waktu yang lama dan tidak ekonomis," kata Singgih kepada Persda Network di Jakarta, Senin (4/2).
Karena Garuda menggunakan sistem jaringan penerbangan, rute nasional dan internasional tidak bisa dipisahkan dengan bandara lain. Operasi penerbangan bisa saja dilakukan, asalkan semua flight Garuda ikut dipindahkan. Hal ini, kata Singgih mustahil, karena fasilitas dan infrastruktur di Halim yang sangat terbatas. "Memindahkan semua flight saat ini tidak dimungkinkan karena dukungan ground handling dan fasiltas Halim tdk cukup," kata Singgih.
Menurut Singgih, frekuensi penerbangan Garuda setiap harinya mencapai hampir 200 flight termasuk keberangkatan dan kedatangan. Bila penerbangan itu semuanya tumpah di Halim, maka bandara itu akan kerepotan sekali. Belum lagi bila Halim menampung penerbangan maskapai lain.
Pemindahan operasional bandara dari bandara Soekarno-Hatta Cengkareng ke Halim Perdanakusuma mengemuka setelah hujan selama Kamis dan Jumat pekan lalu mengacaukan penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta.
Kekacauan penerbangan tidak hanya disebabkan jarak pandang yang sangat pendek, para calon penumpang dan kru pesawat pun tertahan banjir yang melanda jalan tol Sedyatmo. Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal dan PT Angkasa Pura II juga menawarkan agar operasi penerbangan dipindahkan ke Bandara Halim untuk memperlancar penerbangan.(PersdaNetwork/Hendra Gunawan)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang